Iklan VIP

Redaksi
Rabu, 20 Desember 2023, 09:59 WIB
Last Updated 2023-12-20T03:04:10Z
ArabikaEkonomiJatimKebun KopiPasuruanpuspo

Sebuah Cerita Dusun Terpencil Gondosuli, Tertanam Kopi Arabika

foto : Kemasan Kopi Arabika Gondosuli, Puspo Kabupaten Pasuruan.


Pasuruan, Clickindonesiainfo.id - Di Gondosuli yang indah, Suranto (45) lahir di Dusun terpencil yaitu Gondosuli, Desa Puspo, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. Ia mencurahkan hati dan jiwanya dalam menanam kopi, mengikuti tradisi keluarga yang sudah lama ada. Desa ini menyimpan rahasia terpendam yang diturunkan dari generasi ke generasi, yang Suranto temukan secara kebetulan saat ia meneliti sejarah pertanian kopi di desanya.

foto : Suranto beserta rekan jurnalis foto bersama (18-12-2023) Sore

Zainal Arifin, seorang jurnalis yang gigih mencari cerita unik, menemukan Suranto dan usahanya dalam bidang ekowisata bagi pecinta kopi. Penasaran dengan dedikasinya dan masa lalu desa yang penuh teka-teki, Zainal memutuskan untuk mencari informasi lebih jauh.

Beberapa hari kemarin tanggal 18 Desember 2023. Zainal bersama teman - temanya yang sama profesi jurnalist yaitu Joko Santoso, Wahib, Edi Ambon menggali lebih dalam sejarah Gondosuli yang tersimpan sejarah, dia mengetahui tentang legenda kuno seputar biji kopi 

Lebih lanjut Zainal dan teman - temannya mendatangi kediaman Suranto petani kopi. Kopi Arabica dan kopi When unik yang konon memiliki khasiat tidak mengantuk setelah menyeduh kenikmatan kopi tersebut.

Disinilah tepat di Rumahnya Suranto. Ia menceritakan kepada Zainal dan teman - temannya jurnalist terkait kebun kopi yang di kelolah sejak tahun 2005 dengan luas 4.365 hektar mampu menghasilkan kopi sebanyak 1.176,9 ton per tahun. Suranto mengakui semua itu turun temurun dari orang tuanya 

Berjalannya waktu tepatanya di tahun 2017 Suranto di hubungi warganya yang kebetulan tokoh masyarakat Dusun Gondosuli untuk bergabung di Kelompok Tani Rukun Maju Delapan, hasil panenan kopi Suranto juga akhirnyan di kenal di pemerintahan, sejak itulah akhirnya kopi milik Suranto bisa laku di pasaran hingga cafe - cafe yang ada di Pasuruan hampir semuanya mengambil di Gondosuli yang terkenal khas kopi arabia.

Selain itu, Ia mengakui manfaat di Kelompok tani banyak sekali hingga mengenal bibit kopi dan beberapa jenis kopi lainya, tidak hanya itu saja yang dia peroleh, ia mengaku banyak manfaatnya hingga bantuan lainya dari pemerintah mulai dari Diklat tentang budidaya dan tanaman kopi, sampai merek, ijin produk dan kemasan halal.


Suronto menjelaskan bahwa hingga kini tanaman kopinya mencapai hampir 10 .000 batang, bahkan dirinya berkeinginan membuka lokasi ekowisata kopi di daerahnya," Saya mempunyai keinginan membuka lahan untuk ekowisata kopi, lahanya ya milik perhutani yang memang dikelola kan ke warga sini mas. Semoga bisa segera terwujud, tentunya ya perlu bantuan pemerintah untuk menyiapkan infrastrukturnya seperti akses jalan masuk dan beberapa fasilitas di lokasi Ekowisata ini nantinya." Ujar suronto. (Jack)