Indragiri Hilir: clickindonesiainfo.id - Warga di Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir, Sangat merasakan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa hari terakhir, Rabu, 15/04/2026
Berdasarkan informasi warga Enok kepada media clickindinesiainfo.id di sejumlah penjual BBM eceran di wilayah tersebut tampak kosong.
Kelangkaan ini membuat aktivitas warga terganggu, terutama bagi mereka yang bergantung pada kendaraan untuk mobilitas harian.
Salah satu warga Enok, Saleh, mengaku kesulitan mendapatkan BBM saat hendak melakukan perjalanan pada Rabu dini hari.
Ia berencana berkendara menuju Desa Sungai Lokan dari Ibu Kota Kecamatan Enok, namun terpaksa tertunda beberapa waktu akibat sulitnya menemukan BBM Jenis Fertalite.
“Saya sudah berkeliling dikelurahan enok, semua tempat jual BBM eceran kosong, ada yang jual tapi harga mahal, biasanya 18.000-20.000/Botol Aqua besar, setelah berkeliling akhirnya tadi saya dapat beli harganya naik menjadi 30.000/Botol jenis Fertalite,” keluhnya.
Kondisi serupa juga dibenarkan oleh salah satu penjual BBM eceran di kelurahan Enok, berinisial S, Ia menyebutkan bahwa kelangkaan BBM sudah terjadi sejak sepekan ini.
“Sudah mulai kosong dari beberapa hari yang lalu. Banyak warga datang cari BBM, tapi stok memang tidak ada,” ujarnya.
Ketika ditanyakan, dimana mendapatkan BBM, mereka menjawab dari para Pelangsir.
"Ya selama ini kami dapatkan BBM dari pelangsir itulah, gimana lagi karena daerah kami ini tidak ada SPBU/SPBN"ungkapnya
Lebih jauh ketika ditanyakan terkait Pelangsiran BBM itu melanggar undang-undang, Saudara S hanya tersenyum sembari mengatakan "Kalau itu dari dulu kami juga tahulah, tapi ya harus gimana lagi, perlu jugalah kondisi kami dipahami".
Coba bayangkan, jarak tempuh dari Enok ke SPBU Rumbai itu kurang lebih 36-40 kilometer, ditempuh hampir 1 jam bahkan lebih Perjalanan pakai motor, itupun kalau jalannya baik dan cuaca tidak hujan. Ketika musim hujan jalan berlumpur dan licin ditambah lagi dengan kondisi jalan banyak yang rusak, kalau kami ke SPBU hanya beli minyak satu atau dua leter maka PP habis dijalan minyak tersebut "terangnya
Dengan kondisi ini saudara S warga kecamatan Enok berharap ada kearaifan dan solusi konkrit dari Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir akan nasib masyarakat Kecamatan Enok.
"Kami sangat berharap kepada Bupati Inhil H. Herman untuk memikirkan kondisi dan nasib kami, kami jual minyak bukan cari kaya pak, cukup memenuhi kebutuhan hari ke hari, bisa menyekolahkan anak-anak kami, itu sudah syukur Alhamdulillah, dan kami juga bisa membantu masyarakat, itu saja"harapnya
Kalaulah ini dibiarkan, kami yakin akan berimbas pada ekonomi masyarakat Kecamatan Enok yang saat ini rata-rata bergantung pada hasil pertanian kelapa. Penghasilan para petani, pedagang dan pelaku usaha makin terpuruk dengan besarnya biaya transportasi dan mobilisasi. (Man




