Iklan VIP

Redaksi
Senin, 02 November 2026, 16:30 WIB
Last Updated 2026-11-02T09:31:26Z

Kapolres Pasuruan Edukasi 800 Pelajar Al-Yasini: Bijak Gunakan AI, Jauhi Narkoba dan Lawan Bullying



PASURUAN,Clickindonesiainfo.id– Kepolisian Resor (Polres) Pasuruan terus memperkuat edukasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan pendidikan. Kali ini, Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono hadir langsung dalam upacara Polri Peduli Pendidikan di SMKN 1 Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Senin (2/11/2026).


Di hadapan sekitar 800 pelajar dan tenaga pendidik dari lingkungan Yayasan Miftahul Ulum Al-Yasini, Kapolres menyampaikan sejumlah pesan penting terkait tantangan generasi muda di era digital. Mulai dari pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), bahaya narkoba, kedisiplinan berlalu lintas, hingga pencegahan perundungan atau bullying.


Dalam amanatnya, AKBP Irawan menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus disikapi secara bijak. Menurutnya, kehadiran AI dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran apabila dimanfaatkan secara tepat, bukan justru menggantikan peran guru maupun proses berpikir kritis para pelajar.


“Jadikan teknologi sebagai sarana pendukung belajar, bukan sebagai pengganti guru,” tegas Irawan.


Ia juga mengingatkan bahwa informasi yang dihasilkan teknologi AI belum tentu seluruhnya benar. Karena itu, pelajar harus mampu memilah, memeriksa, dan memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.


Selain literasi digital, Kapolres memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan berlalu lintas. Mengingat banyak pelajar yang menggunakan sepeda motor untuk berangkat ke sekolah, ia mengingatkan pentingnya mematuhi aturan dan tidak berkendara sebelum memenuhi persyaratan usia serta memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).


Irawan menyebut Operasi Patuh pada pekan tersebut telah memasuki minggu terakhir. Namun, ia menegaskan bahwa kesadaran tertib berlalu lintas tidak boleh hanya muncul ketika ada operasi kepolisian.


“Jangan sampai mengendarai kendaraan sebelum memenuhi persyaratan usia dan memiliki SIM. Ingat, keselamatan jauh lebih penting daripada kecepatan,” pesannya.


Tak kalah penting, Kapolres mengingatkan ancaman penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang yang dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan, serta menyeret generasi muda ke dalam persoalan hukum.


Ia mengajak para pelajar untuk berani mengambil sikap dan tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkoba, baik di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.


“Apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan sekolah atau tempat tinggal, segera laporkan kepada pihak kepolisian melalui layanan Call Center 110 atau sampaikan kepada guru Bimbingan Konseling (BK) agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.


Dalam kesempatan yang sama, Irawan juga menyoroti persoalan perundungan yang masih menjadi perhatian di lingkungan pendidikan. Ia meminta seluruh pelajar membangun budaya saling menghormati tanpa membedakan usia, kondisi fisik, kemampuan akademik, maupun latar belakang keluarga.


Menurutnya, segala bentuk bullying, baik melalui kekerasan fisik, ucapan verbal, maupun media sosial, tidak boleh mendapat tempat di lingkungan sekolah.


“Jadikan lingkungan sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar, bukan tempat yang menimbulkan rasa takut bagi orang lain,” tegasnya.


Kapolres turut mengingatkan pentingnya memperkuat karakter dan nilai-nilai keagamaan sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan. Para pelajar diajak meningkatkan keimanan, memperkuat ibadah, menghormati orang tua dan guru, serta selektif dalam memilih lingkungan pergaulan.


Ia menilai masa muda merupakan kesempatan berharga untuk menimba ilmu, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan masa depan. Karena itu, generasi muda harus mampu menjaga diri serta tidak mudah terjerumus dalam perilaku negatif.


Upacara Polri Peduli Pendidikan tersebut diikuti siswa dari berbagai lembaga pendidikan di lingkungan Yayasan Miftahul Ulum Al-Yasini, di antaranya SD Islam Cendekia Al-Yasini, SMP Unggulan Al-Yasini, SMP Negeri 2 Kraton, MTs Al-Yasini, SMA Excellent Al-Yasini, MAN Al-Yasini, serta SMKN 1 Wonorejo.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala SMKN 1 Wonorejo H. Sobirin bersama sejumlah pejabat Polres Pasuruan, yakni Kasat Lantas AKP Jauhar Rizqullah Sumirat, Kasat Binmas AKP Sunarti, Kapolsek Wonorejo IPTU M. Mahdi Heaveny Noviansyah, serta Kasi Propam IPTU Ahmad Kunaefi.


Upacara dimulai sekitar pukul 07.20 WIB dan berakhir pada pukul 08.30 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.


Melalui program Polri Peduli Pendidikan ini, Polres Pasuruan berharap sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan semakin kuat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda yang cerdas secara digital, disiplin, taat hukum, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap keamanan dan kenyamanan lingkungan sekitarnya.(Jack)