Iklan VIP

Redaksi
Sabtu, 14 Februari 2026, 00:14 WIB
Last Updated 2026-02-13T17:19:59Z

Hangatnya Roah Ngempet di Senggigi, Tradisi Turun-Temurun Sambut Ramadhan 1447 H




LOMBOK BARAT,Clickindonesiainfo.id – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, masyarakat Dusun Senggigi, Desa Senggigi, Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, NTB, menggelar tradisi Roah Ngempet di Masjid Jami' Nurul Iman Senggigi, Jumat malam (13/2/2026).Tradisi Roah Ngempet merupakan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. 

Kegiatan ini rutin dilaksanakan menjelang masuknya bulan Ramadhan sebagai wujud rasa syukur sekaligus doa bersama agar diberikan kesehatan, kelapangan hati, dan keberkahan dalam menjalankan ibadah puasa.

Rangkaian acara diisi dengan kajian keagamaan, pembacaan doa, dzikir, tahlil, hingga makan bersama. Kebersamaan dalam menyantap hidangan yang dibawa secara gotong royong menjadi simbol kuatnya persatuan dan solidaritas warga.

Tokoh masyarakat setempat menegaskan bahwa Roah Ngempet bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.

“Melalui Roah Ngempet, kita membersihkan hati, saling memaafkan, dan memperkuat ukhuwah sebelum memasuki bulan penuh ampunan,” ujarnya.

Suasana masjid tampak khidmat dan penuh kekeluargaan. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, pemuda, hingga orang tua, hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Nilai kebersamaan begitu terasa saat hidangan sederhana yang tersaji menjadi pengikat kehangatan antarwarga.

Bulan Ramadhan sendiri merupakan bulan yang dimuliakan dalam ajaran Islam, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban berpuasa bagi orang-orang yang beriman.

Tradisi seperti Roah Ngempet menjadi bagian dari persiapan spiritual masyarakat untuk menyambut bulan penuh rahmat dan ampunan dengan hati yang bersih dan niat yang tulus.
Dalam kesempatan itu, warga juga melantunkan doa keberkahan:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban, dan sampaikanlah (umur) kami pada bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad dan At-Thabrani).

Serta doa menyambut Ramadhan yang diriwayatkan oleh HR Tirmidzi:

اللَّهُمَّ أَهْلُهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيْمَانِ وَالسَّلَامِ وَالْإِسْلَامِ وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

Artinya: “Ya Allah, hadirkanlah kepada kami bulan (Ramadhan) ini dengan keberkatan dan keimanan, dengan damai dan Islam, serta bimbingan dan keberhasilan melakukan apa yang Engkau senangi. Tuhanku dan Tuhanmu (wahai bulan) adalah Allah.”

Dengan terlaksananya Roah Ngempet, masyarakat berharap dapat memasuki bulan suci Ramadhan dengan hati yang bersih, penuh keikhlasan, serta semakin memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
(RSM)