Iklan VIP

Redaksi
Senin, 09 Februari 2026, 06:45 WIB
Last Updated 2026-02-08T23:46:18Z
Desa LinggoJatimKejayanPasuruan

Jalan Desa Berubah Jadi Kubangan Lumpur, Warga Linggo Geram: Diduga Dampak Aktivitas Tambang

Foto: Tangkapan layar


PASURUAN,Clickindonesiainfo.id – Sebuah video berdurasi 34 detik yang viral di media sosial memantik perhatian publik. Rekaman tersebut memperlihatkan kondisi jalan desa yang berubah menjadi kubangan lumpur, becek, licin, dan dinilai sangat membahayakan pengguna jalan. Video itu diduga direkam di Desa Linggo, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.

Kondisi infrastruktur jalan di desa tersebut kini kian memprihatinkan. Tingginya intensitas lalu lintas kendaraan berat yang diduga berkaitan dengan aktivitas tambang disebut-sebut menjadi penyebab utama jalan utama desa dipenuhi lumpur tebal, mengganggu mobilitas dan aktivitas warga, Sabtu (7/2/2026).

Berdasarkan keluhan masyarakat setempat, permukaan jalan yang licin tak hanya memperlambat roda perekonomian desa, namun juga mengancam keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor yang setiap hari melintas.

Dalam video yang beredar, terdengar suara perekam melontarkan keluhan dengan nada kesal menggunakan bahasa Jawa, menggambarkan kekecewaan warga terhadap kondisi jalan di depan rumah mereka.

“Yo opo lor, ngareppe omah koyok leleran. Sing nduwe tambang tambah marem, omah sing pinggire embong, yok kate ditanduri panjek gi. Ya opo yo iki lor-lor. Lelerane ngaleh. Kari golek wite pari tok terus ditanduri mene, lor. Sak aken wong sing liwat sepedaan niku lor, kepreset palang,” keluhnya.

Ia menuturkan, warga kerap kesulitan melintas, terutama saat hujan turun. Lumpur yang semakin tebal kerap menutup sebagian badan jalan, membuat kendaraan rawan tergelincir dan terjatuh.

Warga pun berharap pihak pengelola tambang tidak lepas tangan dan segera bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan. Selain itu, mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui instansi terkait untuk segera turun tangan, melakukan pembersihan rutin, memperbaiki sistem drainase, serta memastikan aktivitas usaha tidak merugikan keselamatan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola tambang maupun Pemerintah Kabupaten Pasuruan terkait keluhan warga tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh klarifikasi dan tanggapan resmi.
(Jack)