PROBOLINGGO, Clickindonesiainfo.id – Tebing atau lereng (ramp) exit Tol Probolinggo Timur di Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo yang mengalami longsor beberapa hari lalu kini telah ditangani secara cepat oleh tim pengelola tol.
Longsor yang terjadi pada Selasa (10/2/2026) tersebut diduga dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Probolinggo dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Material tanah di sisi tebing jalan tol pun ambrol, memicu kekhawatiran warga sekitar dan pengguna jalan.
Namun, respons sigap langsung dilakukan. Perbaikan tebing dikerjakan segera setelah kejadian, sehingga tidak sampai mengganggu operasional jalan tol maupun akses keluar-masuk kendaraan di titik tersebut.
“Perbaikan tebing jalan tol segera dilakukan sesaat setelah tebing di Desa Clarak, Kecamatan Leces ini mengalami longsor akibat curah hujan yang sangat tinggi beberapa hari ini,” ujar Kamiludin, pekerja perbaikan di lokasi, Jumat (13/2/2026).
Pria 35 tahun yang diketahui sebagai pimpinan pekerja dari CV Timur Perkasa itu menjelaskan bahwa dirinya ditugaskan sehari setelah longsor terjadi. Ia bersama tim langsung melakukan penguatan tebing untuk mencegah longsor susulan.
“Kemungkinan beberapa hari saja sudah selesai, mas,” ungkapnya sembari mengomandoi para pekerja yang terus menyelesaikan pengerjaan penguatan lereng.
Upaya percepatan perbaikan ini mendapat apresiasi dari warga sekitar, karena tidak menimbulkan kemacetan maupun gangguan signifikan terhadap aktivitas masyarakat dan pengguna tol.
Pihak pengelola tol juga memastikan proses penguatan struktur tebing dilakukan sesuai standar teknis guna mengantisipasi potensi longsor di kemudian hari, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Dengan langkah cepat tersebut, arus lalu lintas di kawasan Exit Tol Probolinggo Timur tetap berjalan normal dan aman.
(Jack)



