Iklan VIP

Redaksi
Sabtu, 02 Mei 2026, 12:56 WIB
Last Updated 2026-05-02T06:35:03Z
beritapasuruanJatanrasPasuruanPolda jatimSurabayaViral

Jaringan Curanmor Pasuruan Tumbang !! Jatanras Polda Jatim Amankan Bahan Peledak Berbahaya

Foto: dua pelaku curanmor (istimewa)




Surabaya,Clickindonesiainfo.id – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga Pasuruan akhirnya berhasil dibongkar aparat kepolisian. Unit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur mengungkap jaringan pelaku yang selama ini beroperasi di wilayah tersebut, Jumat (1/5/2026).

Dalam pengungkapan ini, tiga tersangka berinisial MF, AL, dan M yang merupakan warga Kota Pasuruan berhasil diamankan. Penangkapan dilakukan setelah polisi menindaklanjuti laporan kehilangan sepeda motor di salah satu desa di Pasuruan.

Proses penyelidikan mengarah pada dua pelaku utama, MF dan AL, yang berperan langsung dalam aksi pencurian. Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengaku menjual motor hasil curian kepada seorang penadah berinisial M.

“Dari pengembangan, kendaraan hasil curian dijual kepada tersangka M yang berperan sebagai penadah,” ungkap Panit II Unit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Iptu Ario Senopati Joyonegoro.

Berbekal keterangan tersebut, petugas bergerak cepat dan berhasil meringkus M di kediamannya. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan sejumlah sepeda motor yang diduga kuat merupakan hasil kejahatan.

Polisi mengungkap, ketiga tersangka memiliki peran terstruktur dalam menjalankan aksinya. MF bertugas memantau lokasi dan situasi target, AL berperan sebagai eksekutor dengan merusak kunci kendaraan menggunakan kunci T, sementara M menjadi penadah yang menampung dan memperjualbelikan hasil curian.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita barang bukti berupa dua buah kunci T serta tiga unit sepeda motor hasil curian, yakni Honda Revo, Honda Beat, dan Honda Scoopy.

Yang mengejutkan, dalam penggeledahan tersebut petugas juga menemukan bahan berbahaya berupa bubuk mesiu dan belerang dengan total berat sekitar 3 kilogram. Temuan ini kini masih dalam pendalaman pihak kepolisian.

“Kami masih menyelidiki asal-usul bahan tersebut serta dugaan rencana penggunaannya. Ini sangat berbahaya jika sampai disalahgunakan,” tegas Ario.

Saat ini, ketiga tersangka telah diamankan dan tengah menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat.(Jack)