Iklan VIP

Redaksi
Senin, 16 Februari 2026, 15:04 WIB
Last Updated 2026-02-16T08:05:42Z
2026Bulan SuciJatimNasionalRamadhanRamadhan 2026TibaZiarah Kubur

Menyambut Ramadhan dengan Doa Ziarah Kubur, Tradisi Penuh Makna dan Refleksi Diri




Menjelang tibanya bulan suci Ramadhan, tradisi ziarah kubur kembali dilakukan oleh umat Muslim di berbagai daerah. Kegiatan ini menjadi momen spiritual untuk mendoakan keluarga, orang tua, serta kerabat yang telah wafat, sekaligus sebagai pengingat akan kehidupan akhirat.

Ziarah kubur biasanya dilakukan beberapa hari sebelum 1 Ramadhan. Sejak pagi hingga sore hari, area pemakaman umum dipenuhi peziarah yang datang membawa air, bunga, dan perlengkapan doa. Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti prosesi tersebut.

Secara keagamaan, ziarah kubur bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi juga memiliki landasan dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berziarah kubur agar mengingat kematian dan kehidupan setelahnya.

Dalam ziarah, umat Muslim umumnya membaca doa-doa seperti surat Al-Fatihah, Yasin, tahlil, dan doa khusus untuk ahli kubur. Salah satu doa yang sering dipanjatkan yakni:

"Assalamu’alaikum ahlad diyaar minal mu’miniina wal muslimiin, wa innaa insyaa Allahu bikum laahiquun. Nas’alullaha lanaa wa lakumul ‘aafiyah."

Artinya: “Semoga keselamatan tercurah atas kalian wahai penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin. Dan sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan kalian.”

Selain mendoakan yang telah tiada, ziarah kubur juga menjadi sarana introspeksi diri menjelang Ramadhan. Umat Muslim diingatkan bahwa hidup di dunia bersifat sementara, sehingga momentum bulan suci hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, serta mempererat silaturahmi.

Tokoh agama setempat menyampaikan bahwa ziarah kubur sebaiknya dilakukan dengan sederhana dan tidak berlebihan. Yang terpenting adalah doa yang tulus serta niat untuk mengingat kematian dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dengan datangnya Ramadhan, tradisi ziarah kubur menjadi simbol kesiapan hati menyambut bulan penuh ampunan. Harapannya, setiap insan dapat memasuki Ramadhan dengan jiwa yang bersih, penuh keikhlasan, dan semangat memperbaiki diri.
(Red)