Simpang Gaung — Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, segenap pengurus Masjid Al‑Muhajirin, Dusun Pasar Baru, Desa Simpang Gaung, telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan pelaksanaan ibadah berjalan tertib dan khusyuk.
Sejak sebelum Ramadhan dimulai, pengurus masjid telah menyusun jadwal petugas pelaksanaan Sholat Maghrib, Isya, Sholat Sunnat Tarawih hingga Witir. Tidak hanya itu, rangkaian kegiatan keagamaan juga diperkaya dengan agenda pidato serta ceramah agama yang diisi oleh para pelajar dari berbagai lembaga pendidikan, baik pondok pesantren maupun sekolah umum.
Pada malam pertama Ramadhan yang bertepatan dengan malam Kamis, pengurus masjid menyampaikan sambutan sekaligus pengumuman bahwa mulai malam kedua akan digelar program ceramah agama oleh pelajar secara bergiliran.
Program tersebut, menurut pengurus masjid, bertujuan memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengasah bakat dakwah, melatih mental berbicara di depan umum, serta meningkatkan kemampuan keagamaan mereka.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan energi positif bagi para pelajar dalam membentuk karakter yang bermoral, beradab, serta memiliki kepercayaan diri dalam menyampaikan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.
Pada malam kedua Ramadhan, ceramah singkat disampaikan oleh Ikhsan Fadhilah Al-Barta, seorang pelajar yang tengah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Ar‑Rasyid, Desa Simpang Jaya, Kecamatan Batang Tuaka.
Dalam ceramahnya, yang akrab disapa Fadil menekankan pentingnya meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT sebagai kunci menjalani kehidupan yang lebih berkualitas.
“Meningkatkan ketakwaan bukan hanya menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya, tetapi juga memperbanyak amal jariah serta menghidupkan amalan sunnah lainnya,” ungkap Fadil di hadapan jamaah.
Melalui rangkaian kegiatan Ramadhan ini, pengurus masjid berharap momentum bulan suci dapat menjadi sarana peningkatan iman dan ketakwaan umat secara berkelanjutan.
Kegiatan yang melibatkan pelajar juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang religius, berakhlak, dan siap menjadi penerus dakwah di tengah masyarakat.
Ramadhan bukan hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga momentum pembinaan karakter serta penguatan nilai-nilai spiritual yang diharapkan terus berlanjut setelah bulan suci berakhir.(Husni amril)




