Iklan VIP

Redaksi
Minggu, 16 Agustus 2026, 19:16 WIB
Last Updated 2026-08-16T12:19:17Z
Graha MuliaJatimParasrejoPasuruan

Malam 16 Agustus, Warga Graha Mulia Pasuruan Gelar Barikan, Tradisi Syukuran Sambut Kemerdekaan

Foto:warga Graha Mulia 


PASURUAN,Clickindonesiainfo.id – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga Perumahan Graha Mulia, RT 05/RW 05, Desa Parasrejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, menggelar tradisi barikan pada malam 16 Agustus 2026.


Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tersebut berlangsung penuh keakraban. Warga mulai dari anak-anak hingga orang tua tampak antusias berdatangan dan berkumpul di depan mushola untuk mengikuti rangkaian acara.


Barikan merupakan tradisi syukuran masyarakat Jawa yang biasanya digelar menjelang peringatan kemerdekaan. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang makan bersama, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga semangat gotong royong, sekaligus mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.


Sejak sebelum acara dimulai, warga tampak mempersiapkan berbagai makanan untuk dinikmati secara bersama-sama. Setiap keluarga umumnya membawa makanan, mulai dari nasi, lauk-pauk, buah-buahan, jajanan tradisional hingga aneka camilan.


Suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh warga berkumpul di lokasi yang telah disepakati. Anak-anak dan orang tua membaur tanpa sekat, menciptakan suasana sederhana namun penuh makna.


Salah satu warga Graha Mulia mengaku bersyukur kegiatan barikan dapat kembali dilaksanakan. Menurutnya, tradisi tersebut menjadi salah satu cara masyarakat untuk mengingat perjuangan para pahlawan sekaligus mensyukuri kemerdekaan yang telah dinikmati hingga saat ini.


“Alhamdulillah, acara berlangsung sangat khidmat. Kami bersyukur acara seperti ini bisa diselenggarakan untuk mengenang jasa para pahlawan yang dahulu telah berjuang untuk Indonesia. Karena itu, kami sangat senang dan antusias mengikuti acara ini,” ujar salah satu warga Graha Mulia di sela kegiatan.


Barikan sendiri biasanya digelar di sejumlah titik yang telah disepakati warga, seperti perempatan jalan, pertigaan gang, balai RT maupun halaman kampung.


Di tengah perkembangan zaman, tradisi tersebut tetap dipertahankan oleh masyarakat karena memiliki nilai sosial yang kuat. Selain menjadi ungkapan rasa syukur, barikan juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan membangun kepedulian antarwarga.


Bagi warga Graha Mulia, malam 16 Agustus bukan hanya tentang menyambut perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali menghidupkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang menjadi bagian penting dari kehidupan bermasyarakat.


Tradisi sederhana, namun sarat makna: bersyukur atas kemerdekaan, mengenang perjuangan pahlawan, dan menjaga persatuan dari lingkungan terkecil.

(Red)