Iklan VIP

Redaksi
Rabu, 28 Oktober 2026, 13:19 WIB
Last Updated 2026-10-28T06:21:39Z
GusIqdamJatimKejayanPasuruan

Gus Iqdam Hadir di Kejayan Pasuruan, Ribuan Jamaah Peringati Hari Santri Nasional



PASURUAN, Clickindonesiainfo.id – Sekitar 5.000 jamaah memadati Lapangan Kelurahan Kejayan, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, dalam pengajian umum bersama Gus Muh. Iqdam Kholid, Selasa (27/10/2026) malam. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional ke-12 Kabupaten Pasuruan Tahun 2026 tersebut berlangsung dengan pengamanan ketat dari 132 personel gabungan.


Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono turut hadir dalam kegiatan yang menjadi momentum memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan di tengah masyarakat.


Pengajian tersebut menghadirkan Gus Iqdam, pengasuh Majelis Sabilu Taubah dari Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Dalam tausiyahnya, ia mengajak para jamaah menjadikan peringatan Hari Santri sebagai pengingat pentingnya terus menuntut ilmu, memperkuat keimanan, dan memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.


Menurutnya, menuntut ilmu merupakan kewajiban sepanjang hayat, baik ilmu agama maupun ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat. Ilmu yang diperoleh, kata dia, hendaknya tidak berhenti sebatas pengetahuan, tetapi juga diamalkan agar memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.


Gus Iqdam juga mengingatkan jamaah agar tidak semata-mata mengejar harta, jabatan, dan kesenangan duniawi. Menghormati orang tua dan guru, memperbanyak amal ibadah, serta mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat menjadi pesan penting yang disampaikan dalam pengajian tersebut.


Kapolres: Hari Santri Jadi Momentum Memperkuat Persatuan


Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri Nasional tidak sekadar menjadi ajang berkumpul dan bersilaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai keagamaan, semangat kebangsaan, dan persatuan masyarakat.


“Kami mendukung penuh kegiatan keagamaan seperti ini. Selain menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi serta memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat,” ujarnya.


Kehadiran jajaran kepolisian dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, khususnya melalui kegiatan keagamaan yang melibatkan ribuan jamaah.


Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Bupati Pasuruan H. Muh. Rusdi Sutejo, Wakil Bupati Pasuruan H.M. Shobih Asrori, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arief Ardiansyah Prasetya, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko, serta sejumlah pejabat daerah dan tokoh agama.


132 Personel Gabungan Amankan Ribuan Jamaah


Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, sebanyak 132 personel gabungan diterjunkan. Pengamanan melibatkan unsur Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Banser.


Pengamanan dipimpin Kabag Ops Polres Pasuruan KOMPOL Muhammad Riza Rahman, S.I.K., dengan Kapolsek Kejayan AKP Agus Purnomo, S.H., sebagai perwira pengendali wilayah.


Rinciannya, terdiri dari 52 personel Polri, 25 personel TNI, 17 personel Satpol PP, delapan personel Dinas Perhubungan, serta 30 personel Banser.


Personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mengatur kelancaran arus lalu lintas, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi para jamaah yang menghadiri pengajian.


Rangkaian acara diawali dengan apel pengamanan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathon, serta penampilan hadrah Sabilu Taubah sebelum memasuki acara inti berupa tausiyah Gus Iqdam.


Kapolres Pasuruan mengapresiasi keterlibatan seluruh personel gabungan dan masyarakat dalam menjaga situasi tetap kondusif selama kegiatan berlangsung.


“Alhamdulillah, kegiatan pengajian umum dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional ini berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Terima kasih kepada seluruh personel gabungan serta masyarakat yang telah bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap aman,” pungkasnya.


Pengajian umum tersebut berakhir sekitar pukul 23.30 WIB. Setelah acara selesai, para jamaah berangsur-angsur meninggalkan lokasi dengan tertib.


Melalui kegiatan ini, peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Pasuruan tidak hanya menjadi ruang mempererat ukhuwah dan silaturahmi, tetapi juga momentum untuk meneguhkan nilai keimanan, memperkuat persatuan, serta menjaga kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat. (Jack)