Iklan VIP

Redaksi
Jumat, 09 Oktober 2026, 14:03 WIB
Last Updated 2026-10-09T07:04:30Z

Ketua Forum Guru Honorer Lombok Barat Dorong Kasus Dugaan Pemukulan Siswa Diselesaikan Lewat Musyawarah



LOMBOK BARAT,Clickindonesiainfo.id— Ketua Forum Guru Honorer Kabupaten Lombok Barat, Saiful Bahri, S.Pd., berharap persoalan dugaan pemukulan siswa yang menyeret seorang guru di SDN 1 Peteluan Indah dapat disikapi secara bijak dan proporsional. Ia mendorong kedua belah pihak membuka ruang dialog dan mengupayakan musyawarah untuk mencari penyelesaian terbaik.


Menurut Saiful Bahri, persoalan yang melibatkan guru dan wali murid tersebut perlu dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan keterangan dari masing-masing pihak serta bukti-bukti yang telah disampaikan dalam proses penanganan perkara.


Ia mengaku telah mencermati sejumlah bukti dan tanggapan yang disampaikan oleh guru bersangkutan maupun kuasa hukumnya. Berdasarkan hal tersebut, Saiful menilai komunikasi dan musyawarah masih patut diupayakan, tanpa mengabaikan ketentuan hukum yang berlaku.


“Menurut saya, persoalan ini perlu disikapi secara bijak dan proporsional. Kalau masih memungkinkan diselesaikan melalui diskusi atau musyawarah, alangkah baiknya jalan itu ditempuh terlebih dahulu. Jangan sampai persoalan seperti ini justru semakin melebar dan berdampak terhadap dunia pendidikan,” ujarnya.


Minta Guru dan Wali Murid Buka Ruang Dialog


Saiful menegaskan, hubungan yang baik antara guru, siswa, dan orang tua merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.


Karena itu, setiap persoalan yang muncul di lingkungan sekolah perlu ditangani dengan mengedepankan komunikasi, keterbukaan, dan sikap saling menghormati. Menurutnya, penyelesaian yang ditempuh harus tetap memperhatikan kepentingan anak serta memberikan kepastian bagi semua pihak yang terlibat.


Melalui kesempatan tersebut, Saiful menyampaikan harapannya, baik secara pribadi maupun mewakili Forum Guru Honorer Kabupaten Lombok Barat, agar guru yang bersangkutan dan wali murid dapat membuka ruang komunikasi untuk mencari titik temu.


“Kami berharap persoalan ini bisa segera menemukan titik terang melalui musyawarah atau mufakat. Kepentingan anak harus tetap menjadi perhatian, begitu juga dengan perlindungan dan kepastian bagi guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik,” tegasnya.


Meski mendorong penyelesaian secara kekeluargaan, Saiful mengingatkan bahwa upaya musyawarah harus tetap menghormati hak setiap pihak. Proses tersebut juga tidak boleh mengesampingkan kepentingan terbaik bagi anak maupun proses hukum yang sedang berjalan.


Harapkan Penyelesaian yang Adil dan Objektif


Lebih lanjut, Saiful menilai penyelesaian persoalan di lingkungan pendidikan tidak semata-mata berfokus pada siapa yang benar atau salah, tetapi juga bagaimana masalah tersebut dapat ditangani secara adil, objektif, dan tidak menimbulkan dampak berkepanjangan.


Ia berharap peristiwa yang melibatkan guru SDN 1 Peteluan Indah itu dapat menjadi bahan evaluasi bersama bagi tenaga pendidik maupun orang tua untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam mendampingi anak.


Menurutnya, hubungan yang harmonis antara sekolah dan wali murid sangat diperlukan agar persoalan yang muncul dapat dibicarakan secara terbuka sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih luas.


Saiful pun berharap seluruh pihak dapat menahan diri, menghormati proses yang berlangsung, serta tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum fakta-fakta dalam perkara tersebut benar-benar jelas.


Dengan komunikasi yang terbuka dan komitmen untuk mencari penyelesaian yang adil, ia berharap persoalan tersebut dapat menemukan titik terang. Dengan demikian, lingkungan pendidikan dapat kembali berfokus pada tugas utamanya, yakni mendidik, membimbing, dan membentuk karakter generasi masa depan.(Rsm)