Iklan VIP

Admin
Rabu, 28 Oktober 2026, 15:47 WIB
Last Updated 2026-10-28T08:47:00Z

Menuju Kongres II KBB Sa Dunia di Banjarbaru Kalimantan Selatan, Tujuh PW KBB Sesumatera Berkumpul di Bogor ikuti acara PRA KONGRES II

 


BOGOR 28 Oktober 2026 – Konsolidasi organisasi menjadi langkah penting dalam menentukan arah dan masa depan Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Sa Dunia. Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan Pra Kongres II KBB Sa Dunia yang berlangsung pada 26–28 Oktober 2026 di Hotel Amarillis Resort and Boutique, kawasan Puncak, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.



Koordinator Wilayah Sumatera  , Bapak Arfani Kadri, memimpin delegasi Pengurus Wilayah KBB dari tujuh provinsi di Pulau Sumatera untuk mengikuti agenda strategis tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Kongres II KBB Sa Dunia yang akan diselenggarakan di Banjar baru, Kalimantan Selatan.


Pra kongres tidak sekadar menjadi pertemuan antar pengurus, tetapi juga forum untuk menyatukan langkah, memperkuat soliditas organisasi, serta merumuskan kebijakan yang akan menentukan arah perjalanan KBB Sa Dunia ke depan.



Delegasi yang hadir :


1. PW KBB Kepulauan Riau:

H. Suhadi, S.T. (Ketua Umum)

Misran Darmawi (Wakil Sekretaris Umum I)


2. PW KBB Aceh:

H. Ardiansyah (Ketua Umum)


3. PW KBB Sumatera Utara:

Fauzi Wikanda (Sekretaris Umum)

H. Jumri (Bendahara Umum)


4. PW KBB Sumatera Barat:

H. Kamaluddin (Ketua Umum)

A. Hermis (Wakil Ketua)


5. PW KBB Riau:

Masdar Ismail (Wakil Ketua I terpilih)


6. PW KBB Jambi:

Yusdi Andra (Ketua Umum)

Zikri Daita (Sekretaris Umum)


7. PW KBB Sumatera Selatan:

Ismail Marzuki (Pelaksana Harian Sekretaris Umum)


PW KBB Kepri diwakili Ketua Umum H. Suhadi, ST, bersama Wakil Sekretaris Umum I Misran Darmawi. Sementara itu, delegasi wilayah lainnya turut membawa aspirasi dan pandangan dari daerah masing-masing sebagai bagian dari proses konsolidasi organisasi.


Ketua Umum PW KBB Kepri, H. Suhadi, ST, yang dipercaya menyampaikan sambutan mewakili peserta dalam negeri pada pembukaan Pra Kongres II, menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak cukup hanya dibangun melalui pertemuan dan kegiatan seremonial. Lebih dari itu, organisasi harus memiliki arah yang jelas, kepemimpinan yang solid, serta program kerja yang benar-benar dapat dilaksanakan.


Menurutnya, Pra Kongres II merupakan momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyatukan komitmen seluruh pengurus dalam membangun KBB Sa Dunia yang lebih kuat dan berdaya guna.


“Bagi kami, organisasi ini bukan sekadar tempat berkumpul atau mempererat silaturahmi. KBB Sa Dunia memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga persatuan Bubuhan Banjar, melestarikan adat dan budaya, serta membangun kekuatan kebersamaan lintas daerah dan negara. Karena itu, setiap forum organisasi harus menghasilkan pemikiran, keputusan, dan program nyata,” tegas Suhadi.


Ia menekankan, perbedaan pendapat dalam forum organisasi merupakan bagian dari dinamika yang harus disikapi secara dewasa. Namun, seluruh perbedaan tersebut harus bermuara pada kepentingan bersama, bukan menjadi sumber perpecahan.


“Jangan sampai kita kuat dalam jumlah, tetapi lemah dalam kebersamaan. Jangan sampai kita memiliki struktur organisasi, tetapi belum maksimal dalam menjalankan program. Yang kita perlukan adalah soliditas, komitmen, dan kerja nyata agar keberadaan KBB benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.


Suhadi juga mengajak seluruh pengurus wilayah untuk berani menyampaikan gagasan dan masukan secara konstruktif. Menurutnya, organisasi yang sehat adalah organisasi yang membuka ruang musyawarah, menghargai aspirasi daerah, serta mampu mengambil keputusan berdasarkan kepentingan bersama.


Kegiatan Pra Kongres II dibuka pada 26 Oktober 2026 oleh Ketua Umum Pengurus Pusat KBB Sa Dunia, H. Sahbirin Noor. Dalam kesempatan yang sama, Lina Pahlianti dari PW KBB Singapura menyampaikan sambutan mewakili peserta luar negeri.


Agenda kemudian dilanjutkan dengan persidangan yang membahas tiga materi utama sebagai bahan persiapan Kongres II KBB Sa Dunia.


Pertama, pemaparan perkembangan PW KBB Sa Dunia sebagai bahan evaluasi terhadap kondisi organisasi di berbagai wilayah. Kedua, pembahasan rancangan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Ketiga, pembahasan rancangan program kerja untuk menentukan prioritas dan arah gerak organisasi ke depan.


Ketiga agenda tersebut dinilai strategis karena berkaitan langsung dengan tata kelola, kesinambungan kepemimpinan, serta efektivitas pelaksanaan program organisasi.


Hasil pembahasan Pra Kongres II selanjutnya akan dibawa ke Kongres II KBB Sa Dunia di Banjar baru, Kalimantan Selatan, untuk dibahas lebih lanjut dan menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan organisasi.


Kehadiran delegasi dari tujuh provinsi di Sumatera menunjukkan pentingnya peran wilayah dalam menentukan masa depan organisasi. Konsolidasi yang terbangun diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pengurus pusat dan pengurus wilayah, sekaligus memperluas kontribusi KBB Sa Dunia bagi masyarakat.


Dengan semangat musyawarah dan kebersamaan, Pra Kongres II di Bogor diharapkan menjadi fondasi penting menuju Kongres II KBB Sa Dunia di Banjar baru. Tantangannya bukan hanya merumuskan keputusan, melainkan memastikan setiap keputusan dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata demi kemajuan organisasi dan persatuan Bubuhan Banjar di seluruh dunia.(𝐇𝐚𝐝𝐢𝐠𝐮𝐬)