Iklan VIP

Admin
Minggu, 01 November 2026, 14:28 WIB
Last Updated 2026-11-01T07:28:29Z

HAUL SULTHANUL AULIA SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI & HAUL JAMA' DI PONPES NURUL HIDAYAH TEMBILAHAN BERLANGSUNG KHIDMAT



TEMBILAHAN – Acara Haul Sulthanul Aulia Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dan Haul Jama' yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Jalan Lintas Enok, Kelurahan Seberang Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, berlangsung khidmat dan penuh keberkahan, Ahad, 21 Jumadil Awal 1448 H / 1 November 2026 M.


Sejak pagi hingga siang hari, Majelis Taklim Ponpes Nurul Hidayah dipadati ratusan jamaah haul yang datang dari berbagai kalangan dan daerah, khususnya Jamaah Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu.


Hadir pada acara tersebut para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, Tuan Guru Hakim dari Kuala Tungkal Jambi, Tuan Guru Nasyiani selaku Pengasuh Majelis Taklim Nurul Hidayah. Turut hadir pula Tuan Guru DR. H. Ali Azhar, S.Sos., M.H., M.M., dan Tuan Guru KH. Ardhabili dari Kuala Tungkal, Jambi, serta para undangan lainnya.


Acara diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi, pembacaan Maulidurrasul, dan pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Dzikir Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah yang dipimpin oleh Tuan Guru Hakim dan diikuti secara khusyuk oleh seluruh jamaah haul.


Tausiah Sejarah dan Keteladanan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani


Memasuki acara inti, Tuan Guru KH. Ardhabili dalam tausiahnya menyampaikan sejarah perjuangan Sulthanul Aulia Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam mensyiarkan agama tauhid.


Disampaikan bahwa Syekh Abdul Qadir Al-Jailani lahir di Jilan, Persia pada tahun 470 Hijriah. Beliau adalah sosok ulama besar, wali quthub, muhadist, faqih, dan pendiri Thariqah Qadiriyah. Sejak kecil beliau dikenal sangat mencintai ilmu, zuhud, dan memiliki hafalan yang kuat. Beliau menempuh perjalanan panjang ke Baghdad untuk menuntut ilmu dari para ulama besar di zamannya.


Perjuangan beliau dalam mensyiarkan tauhid tidak mudah. Pada saat itu, Baghdad sebagai pusat peradaban Islam dilanda krisis akidah, kerusakan moral dan kemaksiatan yang merajalela. Dengan keilmuan yang luas dan karomah yang diberikan Allah SWT, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani tampil memberikan pencerahan, menghidupkan kembali hati umat yang mati melalui majelis ilmu dan dzikir. Dakwahnya mampu menyentuh semua lapisan, dari rakyat biasa hingga para penguasa.


Beberapa keteladanan dan hikmah dari kehidupan Sulthanul Aulia yang perlu kita teladani menurut Tuan Guru KH. Ardhabili antara lain:


1. Keistiqomahan dalam Ilmu dan Amal,  Beliau tidak hanya alim dalam ilmu syariat, tapi juga mengamalkan ilmunya dengan istiqomah.

2. Keteguhan Tauhid,  Seluruh dakwahnya berporos pada pemurnian tauhid kepada Allah SWT, menjauhkan umat dari kesyirikan.

3. Zuhud dan Tawadhu,  Walaupun memiliki kedudukan tinggi sebagai Sulthanul Aulia, beliau hidup sangat sederhana, rendah hati dan dermawan kepada fakir miskin.

4. Keberanian dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar,  Beliau tidak takut menyampaikan kebenaran meskipun di hadapan penguasa yang zalim.

5. Cinta kepada Umat, Beliau adalah sosok yang sangat peduli, menjadi tempat bernaung dan solusi bagi umat yang datang dengan berbagai persoalan.


"Jika kita ingin selamat dunia akhirat, maka teladanilah akhlak Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Jaga tauhid, perbanyak dzikir, cintai ilmu, dan jangan tinggalkan majelis ulama," pesan Tuan Guru KH. Ardhabili di hadapan jamaah.


Acara kemudian ditutup dengan pembacaan Doa Haul Jama' yang dipimpin oleh Tuan Guru DR. H. Ali Azhar, S.Sos., M.H., M.M., yang juga merupakan Dekan Fakultas Ilmu Hukum Universitas Islam Indragiri (UNISI) Tembilahan.


Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan khidmat, aman dan lancar. (Firman)