PASURUAN,Clickindonesiainfo.id– Upaya memperkuat ketahanan pangan dan melindungi kepentingan petani terus dilakukan Polres Pasuruan. Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono, S.H., S.I.K., M.H., menggelar audiensi bersama jajaran DPD Tani Merdeka Indonesia Pasuruan Raya di Sekretariat DPD Tani Merdeka Indonesia, Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Senin (2/11/2026).
Pertemuan yang dimulai pukul 12.25 WIB tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara kepolisian dan kelompok tani, khususnya dalam mendukung program swasembada pangan serta mencegah praktik penyelewengan yang berpotensi merugikan petani dan masyarakat.
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Pasuruan Raya, Winaryo, menyampaikan apresiasi kepada Polres Pasuruan atas pengungkapan kasus dugaan penyelewengan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kecamatan Beji.
Menurutnya, langkah penegakan hukum tersebut penting untuk menjaga distribusi pangan agar berjalan sesuai ketentuan, sekaligus melindungi stabilitas stok dan harga beras di pasaran.
Winaryo juga berharap pengusutan kasus tersebut dapat dilakukan hingga tuntas. Ia menegaskan kesiapan Tani Merdeka Indonesia untuk bersinergi dengan kepolisian dalam memberikan informasi serta membantu mengungkap berbagai dugaan penyimpangan di sektor pertanian.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono mengapresiasi dukungan dan kepedulian para petani. Ia menegaskan bahwa Polri berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, sekaligus melakukan pengawasan dan penegakan hukum terhadap praktik penyelewengan di bidang pertanian.
“Polri akan terus bersinergi dengan kelompok tani dalam mendukung ketahanan pangan, sekaligus melakukan penegakan hukum terhadap segala bentuk penyelewengan yang merugikan petani dan masyarakat,” tegas Irawan.
Dalam audiensi tersebut, sejumlah persoalan strategis di sektor pertanian turut menjadi pembahasan. Di antaranya mekanisme penyerapan hasil panen oleh Bulog dan penggilingan padi, pengawasan distribusi pupuk bersubsidi, hingga kebutuhan penyaluran beras bagi sekitar 14.500 orang yang melibatkan wilayah Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Malang.
Pembahasan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang koordinasi untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani, terutama berkaitan dengan penyerapan hasil produksi, ketersediaan pupuk, dan kelancaran distribusi pangan.
Sebagai bentuk penguatan kemitraan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan simbolis hasil pertanian berupa padi dari petani kepada Kapolres Pasuruan. Pada kesempatan yang sama, turut diserahkan bantuan pupuk, enzim, dan vitamin kepada perwakilan petani.
Suasana audiensi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng, foto bersama, serta ramah tamah antara jajaran Polres Pasuruan dan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Pasuruan Raya.
Melalui pertemuan tersebut, diharapkan kolaborasi antara Polri dan kelompok tani semakin solid, tidak hanya dalam menjaga keamanan distribusi pangan dan mencegah praktik penyelewengan, tetapi juga mendukung keberhasilan program swasembada pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Pasuruan.(Jack)



