Batam – Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., melakukan Silaturahmi sekaligus membuka Dialog Kerukunan Umat Beragama yang digelar Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) bersama Direktorat Kepulauan Kota Batam dan tokoh lintas agama. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat toleransi, sekaligus membahas potensi persoalan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Brigjen Anom menyampaikan bahwa dialog lintas agama sangat penting untuk saling mengenal, memahami keberagaman, dan menjaga kondusivitas di wilayah Kepulauan Riau yang selama ini dikenal memiliki tingkat toleransi yang tinggi. Ia menegaskan bahwa komunikasi yang baik antarumat beragama menjadi kunci dalam mencari solusi atas setiap persoalan yang muncul.
Terkait perayaan Natal dan Tahun Baru, Wakapolda menekankan pentingnya nilai dan peran keluarga dalam menjaga persatuan.
> “Keluarga membangun dasar kebersamaan dan meningkatkan kesadaran dalam beragama, khususnya bagi umat Kristen dan Katolik yang akan merayakan Natal. Dari keluarga pula lahir generasi penerus yang membawa nilai-nilai toleransi dan kedamaian,” ujarnya.
Ketua DPW MUKI Kepri, Poltak Emerson Tarihorang, turut menjelaskan bahwa dialog ini digelar untuk membangun keharmonisan, baik antaragama seperti Islam, Buddha, dan Hindu, maupun di internal kekristenan yang memiliki banyak denominasi. Menurutnya, beberapa perbedaan pandangan kerap muncul dalam hal administrasi hingga persoalan sosial, sehingga ruang dialog sangat diperlukan untuk mencegah potensi konflik.
Poltak juga menegaskan bahwa MUKI memiliki peran berbeda dari organisasi gereja seperti PGI, PGLI, Advent, atau Baptis. Jika organisasi gereja berfokus pada doktrin, MUKI bergerak di bidang kemasyarakatan.
> “MUKI tidak mencampuri urusan ajaran. Tugas kami memastikan setiap umat dapat beribadah dengan aman, hidup tenteram, dan mendapatkan hak-hak sosialnya,” jelasnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen MUKI dalam menjaga kerukunan serta memberikan pendampingan kepada umat Kristen di Kepulauan Riau, sambil memperkuat sinergi antaragama demi mewujudkan kehidupan yang damai dan harmonis.
Di akhir kegiatan, seluruh tokoh lintas agama membacakan Komitmen Bersama Provinsi Kepulauan Riau, berisi penolakan terhadap segala bentuk provokasi, intoleransi, dan ujaran kebencian, serta dukungan penuh kepada Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kepri.




