Indragiri Hilir — Pengurus Masjid Raya Al‑Muhajirin menggelar kegiatan Halal Bihalal sekaligus Khaul Jama’ untuk kedua kalinya dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan religius tersebut berlangsung pada Ahad malam Senin, 16 Februari 2026 atau bertepatan dengan 28 Sya’ban 1447 H, bertempat di Dusun Pasar Baru, Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.
Kegiatan yang sarat nilai spiritual ini diikuti sebanyak 868 peserta, terdiri dari masyarakat setempat dan jamaah dari berbagai wilayah sekitar. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi jamaah yang hadir sejak awal acara hingga selesai.
Ketua panitia penyelenggara, R. Rmli, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan tersebut adalah mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiah, saling memaafkan menjelang Ramadhan, serta mengirimkan doa kepada para almarhum dan almarhumah yang telah mendahului.
Ia juga menambahkan bahwa rangkaian acara diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Cecep Abdul Mufakir, pengasuh dari Pondok Pesantren Ar‑Rasyid, Simpang Luar, Kecamatan Batang Tuaka.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Simpang Gaung, Syamsul, yang sebelum ceramah agama berlangsung menyampaikan sambutan sekaligus apresiasi atas terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut.
Dalam pidatonya, Kepala Desa menyampaikan harapan agar kegiatan Khaul Jama’ dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan skalanya di masa mendatang. Ia menilai kesadaran masyarakat untuk menghidupkan kegiatan keagamaan semakin meningkat.
“Kegiatan ini memiliki banyak manfaat, mulai dari mengenang dan mendoakan para pendahulu yang telah berjasa membangun kampung, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap masjid melalui sedekah, hingga memperkuat ukhuwah Islamiah dan saling mengingatkan dalam kebaikan,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Cecep Abdul Mufakir menjelaskan bahwa Khaul Jama’ merupakan gambaran bakti anak-anak saleh dan salehah kepada orang tua serta keluarga yang telah wafat melalui doa dan amal kebaikan.
Ia menyampaikan beberapa hikmah penting dari kegiatan tersebut, di antaranya memperbanyak istighfar memohon ampunan bagi yang telah mendahului, mengenang kebaikan mereka sebagai teladan hidup, serta mengambil pelajaran tentang perjalanan kehidupan manusia dari penciptaan hingga kembali kepada Allah SWT.
Selain itu, beliau juga mengingatkan jamaah tentang makna dan hikmah menyambut Bulan Suci Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, serta memperkuat keimanan.
Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan hingga penutup kegiatan yang ditandai dengan sesi foto bersama remaja masjid dan Kepala Desa.
Dalam kesempatan tersebut, seluruh peserta bersama-sama menyampaikan ucapan “Selamat menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H, semoga seluruh ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Aamiin.”
Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai tradisi religius masyarakat yang tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga mempererat persaudaraan dan kebersamaan umat.(Hadigus).
(Husni Amril)










