Iklan VIP

Redaksi
Sabtu, 18 April 2026, 10:54 WIB
Last Updated 2026-04-18T03:55:01Z

Kepastian Kerja ke Jerman Dipertanyakan, Program Ausbildung Double Track di SMK Negeri 1 Pemalang Disorot Wali Murid



Pemalang,Clickindonesiainfo.id- Dengan adanya Program Ausbildung Double Track yang dikaitkan dengan peluang kerja ke Jerman di SMK Negeri 1 Pemalang, menjadi sorotan setelah sejumlah wali murid mempertanyakan kejelasan arah serta kepastian program tersebut.

Tanya jawab antara pihak pengelola program dan pihak sekolah itu mencuat saat dalam forum mediasi yang digelar di lingkungan sekolah pada Jumat (17/4/2026), yang menghadirkan wali murid, pihak sekolah, serta pengelola program guna membahas mekanisme dan kelanjutan program.

Dalam forum tersebut, 
sejumlah wali murid menyampaikan bahwa mereka belum memperoleh gambaran utuh terkait tahapan program, terutama yang berkaitan dengan peluang kerja ke luar negeri. Mereka menilai penjelasan yang diterima masih belum memberikan kepastian mengenai arah akhir program.

Ketua Aliansi Pantura Bersatu, Eky Diantara, menyoroti perlunya penjelaskan kepada wali murid yang mengikuti audensi memberikan pemahaman yang tepat terkait konsep Ausbildung.

"Secara konsep, Ausbildung merupakan sistem kerja sambil belajar dan peserta mendapatkan penghasilan. Jika saat ini masih tahap pembelajaran dan belum ada kepastian kerja, maka dapat dipahami sebagai tahap persiapan," ujarnya.

Salah satu wali murid yang tidak disebutkan namanya, mengaku telah mengeluarkan biaya sekitar Rp9,7 juta secara bertahap untuk pembelajaran bahasa Jerman dan pelatihan pendukung. Namun hingga saat ini, mereka menilai belum ada kepastian apakah program tersebut akan berlanjut hingga tahap penempatan kerja di luar negeri.

Selain itu, wali murid juga menyampaikan adanya informasi mengenai skema nilai hingga sekitar Rp360 juta selama masa program. Meski demikian, menurut mereka, rincian terkait mekanisme, perhitungan, maupun keterkaitannya dengan peluang kerja belum dijelaskan secara utuh.

"Kami sudah mengeluarkan biaya, tetapi kepastian kerja belum jelas. Skema yang disampaikan juga belum kami pahami sepenuhnya," ungkap salah satu wali murid.

Wali murid juga menyoroti pentingnya kejelasan jalur resmi program, mengingat penempatan kerja ke luar negeri pada umumnya melalui mekanisme yang melibatkan lembaga seperti BP2MI.

Namun, menurut mereka, penjelasan terkait mitra kerja di luar negeri, tahapan seleksi, hingga proses penempatan belum disampaikan secara rinci dalam forum tersebut.(Topik.K)