STAIN SAR Kepri menggelar kuliah umum yang dihadiri sekitar 900 mahasiswa dan mahasiswi penerima KIP Kuliah baru. Kegiatan yang berlangsung di auditorium kampus tersebut menghadirkan Ketua STAIN SAR Kepri.
Dr. Sudianto, sebagai pemateri tunggal.
Dalam kuliah umum bertema “Transformasi Pendidikan di Era Digital: Mewujudkan SDM Inovatif dan Berkarakter”, Dr. Sudianto menegaskan pentingnya mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan karakter.
Menurutnya, generasi muda saat ini harus menjadi sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, serta memiliki integritas tinggi agar mampu bersaing di era digital dan yang paling penting Membuat Aplikasi terkait sejarah kerajan Riau Lingga dalam Satu Gengaman.
“Mahasiswa tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki karakter, disiplin, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Era digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkarya dan berprestasi,” ujar Dr. Sudianto dalam penyampaiannya.
Ia juga menyampaikan bahwa STAIN SAR Kepri terus berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi keagamaan yang diminati di Kepulauan Riau, dan harus rajin datang ke pulau penyengat untuk melakukan kegiatan rutinitas seperti kajian Raja Ali Haji, bersih bersih masjid penyegat gotong royong di pulau penyegat .
Saat ini jumlah mahasiswa STAIN SAR Kepri telah mencapai sekitar 2.500 orang yang tersebar di berbagai program studi.
Sebagai perguruan tinggi yang terus bertumbuh, STAIN SAR Kepri memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya penguatan pendidikan berbasis karakter dan keislaman, pengembangan teknologi digital dalam proses pembelajaran, dosen yang kompeten, serta dukungan berbagai program beasiswa termasuk KIP Kuliah.
Sementara itu, Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, mengatakan bahwa program KIP Kuliah menjadi salah satu bentuk komitmen kampus dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Menurutnya, setiap tahun sekitar 300 mahasiswa menerima bantuan KIP Kuliah di STAIN SAR Kepri. Karena itu, kampus terus melakukan pembinaan agar para penerima beasiswa mampu menjaga prestasi akademik dan kualitas diri.
“Kami ingin mahasiswa penerima KIP tidak hanya mendapatkan bantuan pendidikan, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas akademik, kedisiplinan, dan karakter yang baik. Prestasi mereka harus terus meningkat dan tidak boleh mengalami penurunan,” kata Dr. Faisal.
Selain itu, kampus ini juga terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan guna menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kompetitif bagi mahasiswa.
Kegiatan kuliah umum berlangsung dengan antusias. Ratusan mahasiswa baru tampak aktif mengikuti materi dan diskusi yang disampaikan selama acara berlangsung.
Momentum ini diharapkan menjadi motivasi awal bagi mahasiswa baru untuk menempuh pendidikan tinggi dengan semangat, disiplin, dan orientasi masa depan yang kuat.
(Hadigus)





