Iklan VIP

Admin
Minggu, 17 Mei 2026, 10:06 WIB
Last Updated 2026-05-17T03:22:22Z

DRAINASE HINGGA STATUS LAHAN JADI KELUHAN UTAMA, RIA SAPTARIKA SERAP ASPIRASI WARGA BATU BESAR

 


BATAM, KEPRI — Persoalan banjir lingkungan, status lahan, hingga fasilitas umum mendominasi dialog warga dalam kegiatan serap aspirasi yang digelar Senator Ria Saptarika di Balai Pertemuan RW 13 Fasum RT 02 Perumahan permata Bandara. Kelurahan Batu Besar Nongsa,  Sabtu (16/5) malam sekitar pukul 19.00 WIB. 


Kegiatan itu dihadiri puluhan warga dari berbagai RT di wilayah setempat.


Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai belum terselesaikan secara maksimal, terutama terkait drainase lingkungan yang kerap menyebabkan genangan air saat hujan deras. 



Selain itu, beberapa warga juga menyoroti kondisi jalan lingkungan yang mulai rusak serta kebutuhan penerangan jalan umum.


Ria Saptarika mengatakan, kegiatan serap aspirasi dilakukan untuk mendengar langsung persoalan masyarakat di tingkat bawah agar dapat diperjuangkan melalui jalur kelembagaan di pusat maupun dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. Ia menilai pola komunikasi langsung dengan masyarakat penting agar kebijakan tidak hanya berbasis laporan administratif.


“Permasalahan seperti drainase, legalitas lahan, dan fasilitas lingkungan memang menjadi isu yang banyak muncul di Batam, khususnya kawasan penyangga permukiman,” ujar Ria di hadapan warga.


Salah seorang warga, Edi Mawardi, mengaku wilayah mereka masih menghadapi persoalan banjir saat hujan dengan intensitas tinggi. Menurut dia, saluran air yang ada tidak lagi mampu menampung debit air akibat perkembangan kawasan permukiman yang semakin padat.


“Kami berharap ada perhatian serius, minimal normalisasi drainase. Kalau hujan deras, air cepat naik sampai ke depan rumah warga,” katanya disambut anggukan warga lainnya.


Keluhan lain datang dari salah seorang ibu rumah tangga yang meminta adanya kepastian terkait status lahan dan penataan kawasan permukiman. Ia berharap masyarakat tidak terus dihantui kekhawatiran relokasi tanpa solusi yang jelas.


Menanggapi hal tersebut, Ria menegaskan bahwa pendekatan penyelesaian persoalan lahan harus mengedepankan prinsip keadilan dan dialog dengan masyarakat. Ia juga menyinggung pentingnya solusi yang tidak merugikan warga yang telah lama bermukim di suatu kawasan.


Dalam kesempatan itu, sejumlah tokoh masyarakat RW 13 juga meminta peningkatan fasilitas umum dan sosial, termasuk sarana olahraga warga serta ruang kegiatan kepemudaan. Mereka menilai keberadaan fasilitas lingkungan menjadi penting untuk memperkuat aktivitas sosial masyarakat.


Pertemuan berlangsung interaktif selama lebih dari satu jam. Beberapa warga tampak bergantian menyampaikan usulan secara langsung, sementara tim pendamping mencatat berbagai poin aspirasi yang disampaikan masyarakat untuk ditindaklanjuti.

(Hadigus)