Iklan VIP

Admin
Jumat, 15 Mei 2026, 17:34 WIB
Last Updated 2026-05-15T10:34:34Z

SEKOLAH RUSAK, HIBAH MILIARAN MALAH TURUN DI INHIL

 


Indragiri Hilir – clickindonesiainfo.id - Di tengah suara rakyat yang masih bergulat dengan persoalan pendidikan, infrastruktur sekolah, hingga kebutuhan dasar dunia belajar, publik justru dikejutkan dengan munculnya paket Belanja Hibah Uang kepada Badan dan Lembaga yang Bersifat Nirlaba, Sukarela dan Sosial di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir Tahun Anggaran 2026, Jum'at, 15 Mei 2026.


Data yang tercantum dalam Sistem Rencana Umum Pengadaan (RUP) dengan kode paket 43157948 itu memuat alokasi dana APBD bernilai fantastis yang akan digelontorkan sepanjang Januari hingga Desember 2026.


Pertanyaannya sederhana, namun mengguncang, "Hibah ini sebenarnya untuk siapa? Seberapa besar manfaatnya untuk rakyat? Dan apakah benar-benar menyentuh kebutuhan pendidikan masyarakat bawah?"


Di saat banyak sekolah masih menjerit soal fasilitas, ruang belajar rusak, kekurangan sarana pendidikan, hingga keluhan kesejahteraan tenaga pendidik, publik kini menanti keberanian pemerintah membuka secara terang benderang lembaga mana saja yang akan menikmati aliran dana hibah tersebut.


Masyarakat mulai mempertanyakan urgensi program ini. Jangan sampai label “nirlaba”, “sosial”, dan “sukarela” hanya menjadi tameng administratif untuk membungkus kepentingan kelompok tertentu.


Transparansi kini menjadi harga mati. Sebab uang yang digunakan bukan uang pribadi pejabat, melainkan uang rakyat yang dikumpulkan dari pajak dan keringat masyarakat Indragiri Hilir.


“Kalau memang untuk kepentingan rakyat, buka semuanya ke publik. Jangan ada ruang gelap dalam pengelolaan hibah,” ujar Zainal aktivis muda di Tembilahan.


Sorotan tajam masyarakat pun mulai mengarah pada mekanisme penentuan penerima hibah. Publik tidak ingin program bernilai miliaran rupiah ini berubah menjadi bancakan elite atau sekadar proyek titipan berkedok sosial.


Momentum ini menjadi ujian besar bagi Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, khususnya Dinas Pendidikan. Apakah anggaran hibah benar-benar menjadi alat perjuangan untuk membantu masyarakat, atau justru menjadi panggung kepentingan yang dibungkus bahasa pengabdian?


Rakyat kini menunggu jawaban. Karena di era keterbukaan informasi, yang disembunyikan cepat atau lambat akan menjadi pertanyaan besar di tengah masyarakat.(Man/Tim)