PASURUAN,Clickindonesiainfo.id– Situasi di sekitar Mapolsek Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, memanas pada Senin (10/8) malam. Insiden tersebut berujung pada pembakaran satu kendaraan patroli dan kerusakan terhadap dua kendaraan dinas kepolisian.
Kapolres Pasuruan AKBP Agung Harto Cahyono mengatakan, kejadian bermula ketika rombongan masyarakat yang baru mengikuti kegiatan di wilayah Malang melintas di kawasan Kecamatan Sukorejo. Dalam perjalanan, rombongan tersebut terlibat aksi saling hadang dengan kelompok lain.
Untuk mencegah bentrokan meluas, personel Polres Pasuruan bersama Polsek Sukorejo kemudian melakukan pengamanan dan mengarahkan rombongan masyarakat menuju area Mapolsek Sukorejo.
Namun, situasi justru berkembang menjadi tegang. Massa kemudian melakukan tindakan anarkis hingga menyebabkan sejumlah kendaraan dinas kepolisian mengalami kerusakan.
“Rombongan masyarakat kami amankan dan diarahkan ke Mapolsek Sukorejo guna menghindari bentrokan. Namun dalam perkembangannya terjadi tindakan anarkis dari kelompok massa,” ujar AKBP Agung Harto Cahyono.
Menurut Kapolres, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi secara utuh sekaligus mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Akibat insiden itu, satu unit kendaraan patroli Polsek Sukorejo mengalami pembakaran. Sementara dua kendaraan dinas lainnya mengalami kerusakan.
Seluruh kendaraan yang terdampak telah dievakuasi dan diamankan untuk kepentingan penyelidikan serta proses perbaikan.
Kapolres juga menegaskan bahwa Mapolsek Sukorejo bukan merupakan sasaran utama dalam kejadian tersebut. Menurutnya, lokasi tersebut justru digunakan petugas sebagai tempat pengamanan rombongan masyarakat untuk mencegah terjadinya bentrokan yang lebih luas.
“Fokus utama petugas saat itu adalah melindungi keselamatan masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif,” jelasnya.
Saat ini, Satreskrim Polres Pasuruan masih melakukan penyelidikan secara intensif. Polisi mengumpulkan sejumlah alat bukti serta menelusuri identitas pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab atas kerusakan kendaraan dinas tersebut.
Polres Pasuruan juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing atau terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Masyarakat diminta mempercayakan proses penanganan kepada aparat penegak hukum dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memperkeruh situasi.
“Polres Pasuruan akan menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku demi menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” tegas AKBP Agung Harto Cahyono. (Jack)



