JAKARTA,Clickindonesiainfo.id– Upaya memperkuat konsolidasi internal dan menyatukan arah gerak organisasi terus dilakukan Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN). Salah satunya melalui silaturahmi jajaran DPD BM PAN Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dengan pengurus DPP BM PAN di Jakarta.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor DPP BM PAN, kawasan Warung Buncit, Pasar Minggu, Jakarta, tersebut dipimpin Ketua DPD BM PAN Kabupaten Bandung Fathan. Ia hadir bersama Sekretaris ATariq serta pengurus lainnya, Faris dan Azmi.
Rombongan diterima langsung Ketua Umum DPP BM PAN Slamet Ariyadi bersama jajaran pengurus DPP, di antaranya Ale Sangaji, Hobairi, Usturi, Vani, dan Raya.
Fathan mengatakan, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi, tetapi bagian dari konsolidasi untuk memperkuat hubungan antara struktur organisasi di daerah dan pusat.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara DPP dan DPD menjadi modal penting untuk membangun organisasi yang semakin solid serta mampu menjalankan agenda hingga tingkat akar rumput.
“Silaturahmi ini merupakan bagian dari ikhtiar kami untuk memperkuat barisan dan membangun sinergi antara DPD BM PAN Kabupaten Bandung dengan DPP BM PAN. Kami melihat di era kepemimpinan Ketua Umum Slamet Ariyadi, ruang komunikasi dan keterbukaan terhadap kader-kader di daerah semakin terbuka,” ujar Fathan.
Tak Hanya Konsolidasi, BM PAN Kabupaten Bandung Siapkan Buku
Selain membahas penguatan organisasi, pertemuan tersebut juga melahirkan gagasan di bidang literasi. DPD BM PAN Kabupaten Bandung berencana menulis dan menerbitkan buku yang mengulas arah barisan serta perjalanan organisasi BM PAN.
Fathan mengatakan, buku tersebut diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi organisasi, tetapi juga dapat menjadi referensi bagi kader untuk memahami identitas, nilai perjuangan, arah gerak, serta kontribusi BM PAN sebagai organisasi otonom Partai Amanat Nasional (PAN).
“Kami ingin menulis dan menerbitkan buku tentang arah barisan organisasi BM PAN. Harapannya, buku ini dapat menjadi bagian dari literasi dan referensi bagi kader dalam memahami arah perjuangan dan pergerakan organisasi,” jelasnya.
Untuk memastikan buku tersebut memiliki pijakan organisasi yang kuat, pihak DPD BM PAN Kabupaten Bandung juga meminta arahan dan referensi dari jajaran DPP.
Gagasan tersebut mendapat respons positif dari Ketua Umum DPP BM PAN Slamet Ariyadi. Ia menilai hubungan antara pusat dan daerah harus terus dibangun melalui komunikasi serta kerja bersama.
“Saya mengapresiasi kedatangan jajaran pengurus DPD BM PAN Kabupaten Bandung. Ini merupakan bentuk sinergi antara DPD dan DPP BM PAN. Organisasi yang kuat harus dibangun melalui komunikasi, silaturahmi, dan kerja bersama antara pusat dan daerah,” kata Slamet.
DPP: Buku Harus Sejalan dengan Pedoman Organisasi
Slamet juga menyambut baik rencana penerbitan buku tersebut. Menurutnya, literasi organisasi dapat membantu kader memahami secara lebih utuh identitas dan arah perjuangan BM PAN.
Namun, ia menekankan pentingnya memastikan substansi buku tetap sejalan dengan pedoman organisasi, AD/ART, serta nilai-nilai perjuangan BM PAN sebagai bagian dari keluarga besar PAN.
“Kami menyambut baik rencana penulisan dan penerbitan buku tentang arah barisan BM PAN. Tentu buku tersebut nantinya perlu dilinearkan dengan pedoman organisasi, AD/ART, serta nilai-nilai perjuangan BM PAN sebagai bagian dari keluarga besar PAN,” ujar Slamet.
Menurutnya, gagasan tersebut dapat menjadi kontribusi positif bagi penguatan kapasitas kader di berbagai tingkatan. Buku nantinya diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat pemahaman kader mengenai identitas, arah perjuangan, dan agenda organisasi ke depan.
Silaturahmi DPD BM PAN Kabupaten Bandung dengan DPP BM PAN pun menjadi momentum untuk mempertemukan dua kebutuhan sekaligus: memperkuat konsolidasi struktur organisasi dan membangun fondasi literasi bagi kader.
Bagi BM PAN Kabupaten Bandung, gagasan menerbitkan buku diharapkan tidak berhenti sebagai karya dokumentasi, tetapi menjadi bagian dari upaya merawat gagasan dan memperjelas arah perjuangan organisasi di tengah dinamika politik dan kepemudaan. (Red)



