Iklan VIP

Redaksi
Kamis, 29 Oktober 2026, 08:49 WIB
Last Updated 2026-10-29T01:50:12Z

38 Pelajar Berbusana Adat Warnai Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Pemalang




Pemalang,ClikIndonesiaInfo.id - Beragam pakaian adat Nusantara dikenakan 38 pelajar saat mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Kantor Bupati Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (28/10/2026). Penampilan tersebut memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan.

Busana tradisional yang dikenakan para pelajar memiliki ciri khas masing-masing. Perbedaan bentuk dan corak pakaian itu menjadi gambaran bahwa Indonesia memiliki keragaman budaya yang tumbuh dari berbagai daerah, tetapi tetap berada dalam satu ikatan kebangsaan.

Para pelajar dari sejumlah sekolah di Kabupaten Pemalang tersebut mengikuti upacara dengan mengenakan pakaian adat yang mewakili daerah-daerah di Nusantara. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri dalam peringatan Sumpah Pemuda sekaligus menjadi sarana mengenalkan kekayaan tradisi Indonesia kepada generasi muda.
Pendamping kegiatan, Serka Slamet, mengatakan penampilan pakaian adat itu bertujuan menumbuhkan rasa cinta Tanah Air dan memperkuat nasionalisme di kalangan pelajar.
"Hari ini kita tampilkan pakaian adat dari 38 daerah. Tujuannya untuk memupuk rasa persatuan dan nasionalisme bagi para pelajar," ujar Serka Slamet.

Menurutnya, pengenalan budaya kepada generasi muda menjadi bagian penting dalam menanamkan penghargaan terhadap keberagaman. Perbedaan yang dimiliki setiap daerah diharapkan dapat menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan, bukan menjadi pemisah di tengah kehidupan bermasyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan makna Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober. Ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan yang lahir pada 1928 menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam membangun persatuan.
Intan Merasa Haru Saat Mengenakan Pakaian Adat

Di antara para pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut, Intan mengaku merasakan kebanggaan tersendiri ketika mengenakan pakaian adat. Pelajar yang juga dikenal sebagai duta seni tari itu menjadi bagian dari penampilan yang mengangkat keberagaman budaya dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Bagi Intan, pengalaman tersebut bukan hanya tentang mengenakan busana tradisional. Ada makna kebangsaan yang dirasakan, terlebih ketika seluruh peserta mengikuti upacara dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Momen berkumandangnya lagu kebangsaan itu membuat Intan terharu. Di tengah perbedaan pakaian dan budaya yang ditampilkan, seluruh peserta tetap berdiri sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
"Terharu sekaligus bangga dengan kebinekaan yang ada di Indonesia," ungkap Intan.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa kecintaan terhadap Tanah Air dapat ditumbuhkan melalui pengenalan budaya dan penghargaan terhadap tradisi. Generasi muda tidak hanya perlu mengenal kebudayaan daerah sendiri, tetapi juga menghormati warisan budaya dari wilayah lain.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Pemalang melalui penampilan 38 pelajar itu memperlihatkan bahwa keberagaman budaya memiliki tempat penting dalam kehidupan berbangsa. Pakaian adat yang dikenakan bukan sekadar busana, melainkan juga gambaran identitas dan kekayaan tradisi Indonesia.

Semangat Sumpah Pemuda diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan generasi muda. Dengan saling menghargai perbedaan dan menjaga kebersamaan, keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk merawat persatuan bangsa.(Topik)