Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Sudianto, S.E., M.Si., mengatakan benchmarking ke Kabupaten Karimun merupakan bagian dari proses penguatan dan pengembangan SIPASTI.
“Alhamdulillah, 11 milestone SIPASTI telah terlaksana. Benchmarking ini menjadi bagian dari upaya kami untuk terus menyempurnakan sistem. Mudah-mudahan ke depan seluruh bantuan beasiswa dapat terintegrasi dalam satu data, sehingga pelayanan kepada mahasiswa menjadi lebih mudah, cepat, transparan dan tepat sasaran,” ungkap Dr. Sudianto.
Menurutnya, keberhasilan SIPASTI bukan hanya diukur dari keberhasilan membangun sistem digital, tetapi dari sejauh mana inovasi tersebut mampu memberikan kemudahan, kepastian dan keadilan akses bantuan pendidikan bagi mahasiswa.
“Kita ingin SIPASTI memberikan manfaat bagi mahasiswa se-Kepri. Semoga inovasi ini menjadi berkah dan menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik di bidang pendidikan,” tambahnya.
Didukung Mentor dan Kalangan Perguruan Tinggi
Pengembangan SIPASTI juga mendapat dukungan dari Mentor Proyek Perubahan, Ibu Misni, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, yang memberikan arahan agar inovasi tersebut memiliki keberlanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dukungan juga datang dari kalangan perguruan tinggi. Dr. Sumardin, Pembantu Rektor III Universitas Ibnusina bidang Kemahasiswaan, menilai integrasi data beasiswa sangat penting untuk memastikan mahasiswa memperoleh informasi dan akses bantuan pendidikan secara lebih mudah dan transparan.
“SIPASTI sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini. Integrasi data akan memudahkan mahasiswa, perguruan tinggi dan pemerintah dalam memastikan bantuan pendidikan diberikan secara tepat sasaran,” ujar Dr. Sumardin.
Sementara itu, tokoh muda Kepulauan Riau, Dr. Mulyadi, memberikan apresiasi terhadap inovasi tersebut dan menilai SIPASTI dapat menjadi langkah maju dalam membangun ekosistem pelayanan pendidikan yang lebih modern.
“Ini bukan sekadar digitalisasi pelayanan, tetapi sebuah upaya membangun tata kelola yang lebih terbuka, terukur dan berorientasi pada kebutuhan generasi muda. Jika dikembangkan secara konsisten, SIPASTI dapat menjadi model pelayanan publik yang membanggakan bagi Kepri,” katanya.
Menuju Satu Data Beasiswa Kepri
SIPASTI dirancang untuk memperkuat proses pendaftaran, verifikasi, pemutakhiran data, klasifikasi penerima hingga pengelolaan informasi bantuan beasiswa secara terintegrasi.
Ke depan, penguatan SIPASTI juga diarahkan pada penyempurnaan regulasi, perluasan cakupan jenjang pendidikan mulai Diploma, S1, S2 hingga S3, serta pengelompokan penerima berdasarkan jenjang, jurusan dan capaian akademik.
Dengan selesainya 11 milestone dan adanya rencana Kabupaten Karimun mengikuti SIPASTI pada tahun 2027, inovasi ini semakin menunjukkan potensi untuk berkembang menjadi sistem pelayanan beasiswa yang digunakan secara lebih luas di Kepulauan Riau.
Semangat yang diusung SIPASTI sederhana namun kuat:
“Menjunjung Amanah, Menghubungkan Kesempatan.”
Melalui SIPASTI, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berkomitmen membangun pelayanan beasiswa yang lebih mudah, transparan, akuntabel, tepat sasaran dan terintegrasi, demi membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda Kepri.(Red)







