Iklan VIP

Admin
Selasa, 20 Oktober 2026, 15:12 WIB
Last Updated 2026-10-20T09:08:54Z

Napak Tilas Spiritual Rombongan jamaah Kalimantan Selatan–Kepulauan Riau: Ziarah Makam Ulama Perkuat Silaturahmi dan Kecintaan terhadap Warisan Islam

 


Tanjung Pinang 20 Oktober 2026 - Perjalanan napak tilas spiritual rombongan jemaah dari Kalimantan Selatan berlanjut ke Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (20/10/2026). Setelah menziarahi makam ulama besar Syekh Abdul Rahman Siddiq di Kampung Hidayat, Kecamatan Sapat, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, dan bermalam di Tembilahan, rombongan melanjutkan perjalanan untuk berziarah ke makam ulama Tuan Syekh Syihabuddin Al-Banjari di Pulau Penyengat.



Perjalanan ini bukan sekadar kunjungan ke tempat-tempat bersejarah, melainkan bagian dari ikhtiar mempererat silaturahmi, menelusuri jejak sejarah keislaman, serta menumbuhkan kecintaan terhadap para ulama yang telah berjasa menyebarkan ajaran Islam di Nusantarakhudus nya di kepulauan Riau. 



Rombongan jemaah dari Kalimantan Selatan tersebut dipimpin langsung oleh G. Indra Damiath, didampingi H. Hatta yang akrab disapa H. Ciut, serta Bupati kandangan H. Udin Ansar, Sekretaris Daerah (Sekda), dan sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, kalangan pengusaha, serta keluarga Haji ciut bersama istri, termasuk adik dan anak beliau. Turut hadir pada acara tersebut Waka Polres Tanjung Pinang AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K. dan wakil Bupati tapin, Guru fajrin, Kasat Narkoba AKP Syofian Rida, Aiptu Agus Syasmita bhabinkamtibmas senggarang dan Aipda Sigit kamtibmas pulau Penyengat, Aparatur Pemerintah Tanjungpinang serta mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kandangan, H. Muhammad Nor.


Kehadiran ini disambut hangat oleh para tokoh agama dan masyarakat Pulau Penyengat. Sambutan penuh kekeluargaan tersebut mencerminkan eratnya tali silaturahmi, persaudaraan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan dan warisan sejarah yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Melayu.


Sebelum bertolak menuju Kepulauan Riau, pada hari Senin 19/10/2026, rombongan terlebih dahulu melaksanakan ziarah ke makam Syekh Abdul Rahman Siddiq di Kampung Hidayat, Kabupaten Indragiri Hilir. Sosok ulama tersebut memiliki tempat penting dalam sejarah perkembangan Islam di kawasan Indragiri dan sekitarnya.


Pulau Penyengat sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan bersejarah yang memiliki hubungan erat dengan perkembangan kebudayaan Melayu dan Islam di Kepulauan Riau. Kunjungan rombongan ke pulau tersebut menjadi bagian dari upaya mengenang jasa para ulama sekaligus menelusuri hubungan sejarah dan spiritual antara masyarakat Kalimantan Selatan dan Kepulauan Riau.


Dalam rombongan juga terdapat sejumlah orang yang disebut memiliki hubungan zuriat atau sanad keilmuan dengan Datuk Kelampayan, yakni Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, ulama besar yang sangat dihormati dalam sejarah Islam di Kalimantan Selatan.


Keterkaitan tersebut menjadi salah satu latar belakang penting bagi rombongan dalam menelusuri jejak para ulama, hubungan keilmuan, serta kemungkinan kesinambungan tradisi dakwah Islam antara berbagai wilayah di Nusantara.


Rombongan juga menyampaikan informasi mengenai keterkaitan dengan Syekh Syihabuddin al-Banjar anak dari ulama besar kalsel Syekh Muhammad Arsyad datok kalampaian.  memiliki landasan historis yang akurat.


Tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa cinta kepada para ulama, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta membangun hubungan silaturahmi yang semakin erat antara masyarakat Kalimantan Selatan dan Kepulauan Riau.


Ziarah juga menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa para ulama tidak hanya meninggalkan nama dan makam, tetapi juga warisan ilmu, keteladanan, perjuangan, dan nilai-nilai kehidupan yang menjadi pedoman bagi umat.


Kecintaan terhadap ulama tidak semestinya berhenti pada kegiatan ziarah atau penghormatan secara simbolis. Lebih dari itu, kecintaan tersebut perlu diwujudkan melalui pengamalan ilmu, pemeliharaan persatuan, penguatan akhlak, serta penerusan nilai-nilai kebaikan kepada generasi berikutnya.


Silaturahmi antara Kalimantan Selatan dan Kepulauan Riau melalui perjalanan ziarah ini menjadi pengingat bahwa hubungan antar daerah tidak hanya dibangun melalui kepentingan sosial dan ekonomi, tetapi juga melalui ikatan sejarah, agama, dan nilai-nilai persaudaraan. (𝐇𝐚𝐝𝐢𝐠𝐮𝐬)