Pemalang,Clickindonesiainfo.id - ClickIndonesis-info.id - Hasil panen petani menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan di Kabupaten Pemalang. Produksi gabah yang cukup besar dinilai perlu dikelola agar tidak langsung mengalir ke luar daerah sebelum kebutuhan pangan masyarakat Pemalang terpenuhi.
Hal itu disampaikan Direktur Bisnis PT JTAB Gerry Grefisanto, S.P. saat Sosialisasi Ekosistem Pertanian dan Petani Gajian di Kabupaten Pemalang.
Kegiatan berlangsung di Kantor Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Pemalang (Distanparik) Senin (5/10/2026). Kegiatan diikuti Kepala Distanparik Pemalang Era Srinaeni, perwakilan BPR BKK Jateng, serta kelompok tani dari sejumlah wilayah di Kabupaten Pemalang.
Gerry menjelaskan, ekosistem pangan perlu dibangun dengan menghubungkan proses pertanian sejak produksi hingga hasil panen sampai kepada konsumen. Karena itu, penyerapan gabah, pengelolaan persediaan, dan pemenuhan kebutuhan beras juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Menurutnya, potensi produksi padi di Pemalang dapat menjadi modal untuk memperkuat daerah sebagai salah satu lumbung pangan. Hasil produksi petani diharapkan mampu mendukung kebutuhan lokal sebelum sebagian hasilnya disalurkan ke daerah lain.
"Harapannya Pemalang, produksi lumbung pangan itu bisa betul-betul terwujud," kata Gerry.
Program Petani Gajian yang diperkenalkan JTAB menjadi salah satu upaya untuk memberikan kepastian terhadap hasil panen petani. Saat produksi meningkat, gabah dapat diserap dan dikelola sebagai persediaan yang bisa dimanfaatkan ketika pasokan mengalami penurunan.
Keberadaan persediaan juga berkaitan dengan harga pangan. Pasokan gabah dan beras yang tetap tersedia diharapkan dapat menjaga keseimbangan harga, baik bagi petani maupun masyarakat sebagai konsumen.
Gerry menyebut kepentingan petani dan konsumen perlu berjalan beriringan. Harga gabah yang baik bagi petani tetap harus mempertimbangkan harga beras yang nantinya dibeli masyarakat, termasuk setelah memperhitungkan proses penggilingan dan rendemen.
"Memang ideal kita melindungi petani tapi juga konsumen," ujarnya.
Program Petani Gajian, lanjut Gerry, tidak hanya berfokus pada pembelian atau penyerapan gabah. Lebih jauh, program tersebut diarahkan untuk menghubungkan produksi petani dengan kebutuhan pangan secara lebih teratur.
Karena itu, keterlibatan berbagai pihak dinilai penting. JTAB mendorong kerja bersama dengan BPR BKK, Distanparik, dan kelompok tani agar ekosistem pangan di Pemalang dapat berjalan sekaligus memberi kepastian lebih baik terhadap hasil produksi petani.(Topik)



