PASURUAN,Clickindonesiainfo.id – Polres Pasuruan menyatakan kesiapan penuh dalam mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026. Ratusan personel gabungan diterjunkan serta sejumlah pos pengamanan dan pelayanan disiagakan di berbagai titik strategis di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Operasi pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah ini akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan tujuan memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif serta arus lalu lintas pemudik berjalan lancar.
Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama masa mudik hingga arus balik Lebaran.
“Polres Pasuruan bersama TNI dan instansi terkait siap melaksanakan Operasi Ketupat Semeru 2026 guna memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” ujar AKBP Harto Agung Cahyono.
Dalam operasi tersebut, Polres Pasuruan mendirikan 7 pos pengamanan dan pelayanan, yang terdiri dari 4 Pos Pengamanan (Pos Pam), 2 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 1 Pos Terpadu. Pos-pos ini ditempatkan di lokasi yang memiliki tingkat mobilitas tinggi.
Empat Pos Pam berada di Alun-Alun Bangil, Arteri Gempol, Cimory Prigen, dan Tosari yang merupakan jalur menuju kawasan wisata Gunung Bromo.
Sementara Pos Yan didirikan di Rest Area KM 66 A dan KM 66 B Tol Pandaan–Malang, sedangkan Pos Terpadu berada di Taman Dayu Pandaan yang menjadi pusat kendali operasi di lapangan.
Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polres Pasuruan menyiapkan 220 personel Polri yang terlibat langsung dalam operasi. Dari jumlah itu, 110 personel ditempatkan di Pos Pam, Pos Yan, dan Pos Terpadu, sedangkan 110 personel lainnya bertugas di posko serta satuan tugas operasi.
Tidak hanya itu, pengamanan juga diperkuat oleh 242 personel dari berbagai instansi terkait yang ditempatkan di pos-pos operasi, serta 153 personel cadangan yang disiagakan di markas komando.
Unsur yang terlibat dalam operasi ini berasal dari berbagai lembaga, di antaranya TNI, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Jasa Marga, Senkom Mitra Polri, Banser, Pramuka, hingga organisasi komunikasi masyarakat.
Kapolres menambahkan bahwa pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalur mudik, tetapi juga pada sejumlah lokasi yang berpotensi menimbulkan keramaian, seperti pusat perbelanjaan, kawasan wisata, rumah ibadah, terminal, serta titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.
“Melalui sinergi dengan TNI dan seluruh stakeholder, kami berharap situasi kamtibmas tetap kondusif serta arus mudik dan balik di wilayah Kabupaten Pasuruan dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali,” tegasnya.
Selain pengamanan jalur, Polres Pasuruan juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas, bencana alam, hingga lonjakan kendaraan di jalur wisata maupun jalan tol yang menjadi lintasan utama para pemudik.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, Polres Pasuruan optimistis Operasi Ketupat Semeru 2026 mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun yang merayakan Hari Raya Idul Fitri di wilayah Kabupaten Pasuruan.(Jack)



