Iklan VIP

Redaksi
Minggu, 15 Maret 2026, 10:46 WIB
Last Updated 2026-03-15T03:48:23Z

Reses Serentak Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan: Warga Sampaikan Keluhan PJU, RTLH hingga BPJS Dibekukan




KOTA PASURUAN,Clickindonesiainfo.id – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan menggelar kegiatan Reses I Tahun 2026 dengan agenda menjaring aspirasi masyarakat secara serentak pada Sabtu (15/3/2026) di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang masih mereka hadapi, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga layanan sosial.

Reses digelar dalam tiga sesi. Sesi pertama dipimpin oleh H. Muhammad Gatot Adidoyo, S.A.B pada pukul 14.00–16.00 WIB, dilanjutkan sesi kedua oleh Mahfud Husairi, ST pada pukul 16.00–18.00 WIB, dan sesi ketiga oleh Andri Setyani pada pukul 18.00–19.30 WIB.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus DPC, PAC, ranting, badan partai, sejumlah senior PDI Perjuangan, serta puluhan masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Pasuruan, seperti Kecamatan Panggungrejo, Bugul Kidul, Gadingrejo, dan Purworejo.

Dalam forum dialog tersebut, masyarakat secara terbuka menyampaikan berbagai persoalan yang masih mereka rasakan. 

Beberapa isu yang paling banyak disampaikan di antaranya terkait penerangan jalan umum (PJU), program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), perbaikan saluran air, layanan kesehatan, pendidikan, hingga persoalan BPJS Kesehatan warga yang dibekukan.

Mahfud Husairi, ST yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar agenda formal anggota dewan, melainkan sarana penting untuk memastikan suara masyarakat benar-benar sampai ke lembaga legislatif.

“Reses ini adalah ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung keluhan dan kebutuhan mereka. Kami tidak ingin aspirasi rakyat hanya berhenti di forum perencanaan saja, tetapi harus diperjuangkan sampai benar-benar terealisasi,” tegas Mahfud.

Menurutnya, beberapa aspirasi mendesak yang disampaikan masyarakat antara lain pengadaan lampu penerangan jalan umum di RT 02 RW 06 Kelurahan Gentong, program RTLH, serta pengaktifan kembali BPJS Kesehatan warga yang sempat dibekukan.

Mahfud mengakui sebagian usulan tersebut sebenarnya sudah pernah muncul dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), namun belum seluruhnya dapat direalisasikan.

“Banyak usulan masyarakat terkait infrastruktur yang sebenarnya sudah disampaikan sejak lama. Karena itu melalui pokok-pokok pikiran (pokir) yang kami miliki sebagai anggota dewan, kami akan berupaya maksimal agar aspirasi tersebut bisa diwujudkan,” jelasnya.

Selain persoalan infrastruktur dan layanan kesehatan, isu pengangguran juga menjadi perhatian serius dalam forum reses tersebut. Mahfud menilai pemerintah daerah perlu terus mendorong pembukaan lapangan pekerjaan agar masyarakat memiliki kesempatan meningkatkan kesejahteraan hidup.

“Kami akan terus mendorong Pemerintah Kota Pasuruan untuk memperkuat program pembukaan lapangan pekerjaan. Ini penting agar masyarakat memiliki kesempatan bekerja dan tidak terus terbebani persoalan ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, H. Muhammad Gatot Adidoyo, S.A.B menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari tanggung jawab moral anggota dewan untuk memastikan pembangunan daerah benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat.

“Aspirasi yang disampaikan masyarakat hari ini akan kami catat dan kami perjuangkan dalam pembahasan kebijakan di DPRD. Tujuannya agar pembangunan di Kota Pasuruan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Gatot.

Hal senada juga disampaikan Andri Setyani yang memimpin sesi ketiga reses. Ia menegaskan Fraksi PDI Perjuangan berkomitmen mengawal seluruh aspirasi masyarakat hingga dapat diwujudkan dalam program pembangunan daerah.

“Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami bawa dalam pembahasan di DPRD. Kami ingin memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar menjadi perhatian dalam kebijakan pembangunan Kota Pasuruan,” ujarnya.

Di sisi lain, Subiyanto, salah satu senior PDI Perjuangan Kota Pasuruan, menilai kegiatan reses tersebut menunjukkan komitmen kader partai untuk tetap dekat dengan masyarakat.

“Kader PDI Perjuangan harus selalu hadir di tengah masyarakat. Aspirasi rakyat harus didengar dan diperjuangkan. Reses seperti ini menjadi jembatan penting antara rakyat dan wakilnya di parlemen,” kata Subiyanto.

Sementara itu, Basuki selaku Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Gadingrejo menyebut masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan reses karena mereka memiliki kesempatan menyampaikan langsung berbagai persoalan yang selama ini dihadapi.

“Melalui forum ini masyarakat bisa menyampaikan langsung kebutuhan mereka, mulai dari penerangan jalan, perbaikan rumah tidak layak huni hingga persoalan layanan kesehatan. Kami berharap aspirasi ini benar-benar diperjuangkan hingga terealisasi,” ujarnya.

Melalui kegiatan Reses I Tahun 2026 ini, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan menegaskan komitmennya untuk terus mendengar, menampung, dan memperjuangkan suara rakyat. Aspirasi yang disampaikan masyarakat diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang benar-benar berpihak pada kepentingan warga Kota Pasuruan.(Jack)