Iklan VIP

Redaksi
Minggu, 15 Maret 2026, 13:59 WIB
Last Updated 2026-03-15T07:26:43Z
2026BerbagigratisJatimKhotmilNasionalPasuruanQur'anRamadhanTakjil

Tanamkan Kepedulian Sejak Dini, PAUD Putra Cendekia Pasuruan Berbagi 200 Takjil dan Santuni Dhuafa di Bulan Ramadan

Foto:Siswa bersama guru dan wali murid PAUD Terpadu PG–TPA–TK Putra Cendekia Kota Pasuruan membagikan takjil kepada warga dan pengguna jalan di kawasan Perumahan Graha Indah, Krapyakrejo, Sabtu (14/3/2026).



Kota Pasuruan,Clickindonesiainfo.id– Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan terasa di kawasan Perumahan Graha Indah, Kelurahan Krapyakrejo, Kota Pasuruan, Sabtu (14/3/2026). Di tengah berkah bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, keluarga besar PAUD Terpadu PG–TPA–TK Putra Cendekia menggelar kegiatan sosial dengan membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat.

Foto:Siswa dan guru memberikan santunan kepada warga sekitar 

Kegiatan yang sarat dengan nilai edukasi dan kepedulian sosial ini menjadi momentum bagi lembaga pendidikan anak usia dini tersebut untuk menanamkan nilai berbagi kepada para siswa sejak dini. Bersama para guru dan wali murid, anak-anak tampak antusias ikut terlibat dalam kegiatan berbagi kepada masyarakat sekitar.

Sebanyak 200 paket takjil disiapkan oleh pihak sekolah dan para wali murid untuk dibagikan kepada warga serta para pengguna jalan yang melintas di sekitar kompleks perumahan Graha Indah. Dalam waktu singkat, seluruh paket takjil tersebut habis dibagikan kepada masyarakat yang menyambutnya dengan penuh antusias.

Tak hanya berbagi takjil, kegiatan Ramadan yang digelar PAUD Terpadu Putra Cendekia juga diisi dengan khotmil Al-Qur’an sebagai bentuk rasa syukur serta upaya menanamkan kecintaan terhadap kitab suci sejak usia dini.

Kegiatan berbagi di bulan Ramadan ini juga diisi dengan khotmil Al-Qur’an serta santunan paket sembako kepada kaum dhuafa sebagai upaya menanamkan nilai kepedulian dan semangat berbagi kepada anak sejak usia dini.

Selain itu, pihak sekolah juga menyalurkan santunan bagi kaum dhuafa berupa 50 paket sembako berisi beras masing-masing 3 kilogram yang dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar lingkungan tersebut.

Kegiatan sosial ini tidak sekadar menjadi aksi berbagi, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter bagi anak-anak. Para siswa diajak melihat secara langsung bagaimana pentingnya kepedulian terhadap sesama, terutama di bulan suci Ramadan yang dikenal sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan.

Kepala Sekolah PAUD Terpadu PG–TPA–TK Putra Cendekia, Aliyah Faizah, M.Pd.I, mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil dan santunan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran yang sengaja dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada para siswa tentang arti berbagi.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk melatih anak-anak agar belajar berbagi, baik melalui zakat, santunan, maupun pembagian takjil di jalan. Dengan begitu mereka bisa mengerti dan merasakan langsung bagaimana berbagi kepada sesama manusia di bulan suci Ramadan,” ujarnya di hadapan para wali murid.


Menurutnya, kegiatan tersebut telah menjadi agenda rutin tahunan yang selalu dilaksanakan oleh pihak sekolah setiap Ramadan. Selain sebagai sarana pendidikan karakter bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan antara pihak sekolah, wali murid, serta masyarakat sekitar.

Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan kebersamaan. Para guru, orang tua murid, serta anak-anak terlihat bersemangat mengikuti setiap rangkaian acara hingga selesai. Senyum dan kebahagiaan terlihat dari wajah para penerima takjil dan santunan yang merasa terbantu dengan kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, PAUD Terpadu Putra Cendekia berharap nilai-nilai luhur seperti kepedulian, empati, kebersamaan, dan semangat berbagi dapat tertanam dalam diri anak-anak sejak usia dini. Dengan pendidikan karakter yang kuat, diharapkan mereka kelak tumbuh menjadi generasi yang memiliki kepekaan sosial tinggi dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Aliyah Faizah juga menyampaikan pesan keagamaan kepada para wali murid dan masyarakat agar menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.

Menurutnya, Al-Qur’an merupakan Kalamullah yang menjadi pedoman hidup bagi umat manusia dan diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi umat hingga akhir zaman.

“Jangan pernah meninggalkan membaca Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an adalah Kalamullah yang menjadi pedoman hidup manusia. Al-Qur’an dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW sebagai nabi akhir zaman dan merupakan mukjizat terbesar bagi umat beliau. Di dalamnya terdapat petunjuk hidup, penenang jiwa, serta obat bagi hati manusia, bahkan akhlak Rasulullah SAW sendiri adalah Al-Qur’an,” ujar Aliyah Faizah.

Ia juga mengingatkan bahwa Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur, dan salah satu momentum penting dalam sejarah turunnya Al-Qur’an terjadi pada 17 Ramadan. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca dan memahami Al-Qur’an selama bulan Ramadan.

“Karena itu janganlah meninggalkan membaca Al-Qur’an, sekalipun kita belum memahami maknanya. Setiap huruf yang dibaca akan diberikan pahala oleh Allah SWT. Apalagi jika dibaca di bulan Ramadan, pahalanya akan dilipatgandakan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia juga berharap agar nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.

“Kami berharap anak-anak sejak kecil sudah terbiasa mencintai Al-Qur’an, rajin membaca, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu mereka akan tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, peduli terhadap sesama, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, PAUD Terpadu Putra Cendekia Kota Pasuruan ingin menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang mampu menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak-anak sejak usia dini.

Ramadan pun menjadi momentum terbaik untuk menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki hati yang penuh kepedulian terhadap sesama.(Jack)