Iklan VIP

Admin
Minggu, 10 Mei 2026, 10:22 WIB
Last Updated 2026-05-10T03:22:58Z

JALAN MENUJU PELABUHAN PENYEBERANGAN KAMPUNG BATUAH & LINTAS ENOK RUSAK PARAH, WARGA DESAK PEMKAB INHIL SEGERA PERBAIKI

 



TEMBILAHAN – Jalan penghubung dari Jl. Jend. Sudirman menuju Pelabuhan Penyeberangan Kampung Batuah, Tembilahan, dikeluhkan warga karena rusak parah dan tak kunjung diperbaiki.


Jalan tersebut merupakan akses utama menuju dermaga pompong ke arah Lintas Enok. Setiap hari dilintasi ratusan warga, termasuk anak sekolah dan guru yang mengajar di kelurahan seberang Tembilahan dan Tembilahan Selatan.


Kondisi Memprihatinkan.  

Pantauan di lokasi, Minggu 10 Mei 2026 pagi, badan jalan dipenuhi lubang besar dan digenangi air. Aspal sudah mengelupas total. Saat hujan, jalan berubah menjadi kubangan bercampur luberan limbah dari pasar ikan di sekitarnya.


“Sudah bertahun-tahun rusak. Kalau hujan kami harus ekstra hati-hati. Airnya hitam dan bau amis dari pasar ikan,” keluh Ramlah, warga yang setiap hari melintas untuk bekerja di sekitar Pasar Induk Tembilahan.


Ganggu Aktivitas Pendidikan & Ekonomi.  

Jalur ini vital bagi mobilitas guru dan pelajar. Banyak guru dari Tembilahan Kota yang mengajar di Kampung Batuah dan Lintas Enok harus melintas setiap pagi.


“Kami tiap hari lewat jalan ini, bahkan parkir motor di tepi jalan yang berlubang. Harus ekstra hati-hati kalau membawa berkas atau laptop,” ujar salah seorang guru yang enggan disebut namanya.


Tak hanya itu, jalur ini juga menjadi urat nadi ekonomi. Hasil kebun dan dagangan warga dari seberang masuk ke Pasar Tembilahan melalui pelabuhan ini. Jalan tersebut juga digunakan pedagang dan pembeli yang menuju Pasar Induk. Motor gerobak pengangkut ikan dan sayur kerap terperosok.


Warga Minta Pemkab Turun Tangan  

“Kami minta Bupati Inhil dan Dinas PUPR turun langsung lihat kondisi ini. Ini jalan kota, bukan jalan desa terpencil. Masa dibiarkan hancur begini,” tegas Syafrudin, penambang pompong di pelabuhan tersebut.


Warga berharap Pemkab Inhil segera mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan atau peningkatan jalan. Minimal dilakukan pengecoran atau penimbunan batu agar aman dilalui, terutama saat musim hujan.


“Jangan tunggu ada anak sekolah atau ibu-ibu yang jatuh baru diperbaiki. Ini akses utama ribuan orang,” tambah Syafrudin. (Firman)