Iklan VIP

Redaksi
Kamis, 28 Mei 2026, 09:38 WIB
Last Updated 2026-05-28T02:41:26Z
Begal SadisBerita PasuruanDitembak polisiDua BegalJatimMalangPasuruanViral

Residivis Begal Pasuruan Ditembak Polisi Saat Melawan, Diduga Terlibat Aksi Kejahatan Lintas Kota

Foto: Sumber cii (Surabaya)


PASURUAN,Clickindonesiainfo.id – Tim Subdirektorat III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur berhasil melumpuhkan dua residivis begal yang selama ini meresahkan masyarakat di wilayah Pasuruan dan sekitarnya. Kedua pelaku ditembak di bagian kaki karena melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri saat hendak ditangkap di kawasan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Selasa pagi.

Kepala Subdirektorat III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan, kedua pelaku berhasil diamankan setelah petugas melakukan pengembangan kasus begal yang terjadi pada 29 Mei 2025 di wilayah Pandaan.

“Pagi tadi kami berhasil menangkap dua pelaku begal di Pasuruan,” ujar Jumhur saat memberikan keterangan di Mapolda Jatim.

Dua tersangka yang diamankan masing-masing berinisial S, warga Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, serta MS, warga Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan hasil penyelidikan, keduanya diketahui merupakan residivis kambuhan yang sudah tiga kali terlibat dalam kasus kejahatan serupa.

“Dua tersangka ini merupakan residivis yang sudah tiga kali melakukan tindak pidana yang sama,” tegasnya.

Dalam proses penangkapan, polisi terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak bagian betis kedua pelaku lantaran mencoba kabur dan melawan petugas. Setelah berhasil dilumpuhkan, keduanya langsung digiring ke Mapolda Jatim guna menjalani pemeriksaan intensif.

Dari hasil penyidikan sementara, modus para pelaku adalah mengincar pengendara sepeda motor yang melintas seorang diri di jalanan sepi. Mayoritas korban merupakan perempuan yang sedang berkendara sendirian.

Saat korban berusaha mempertahankan kendaraannya, para pelaku disebut tidak segan melakukan kekerasan. Korban bahkan dipukul menggunakan helm hingga mengalami luka dan trauma mendalam.

Tak hanya itu, penyidik juga menduga kedua pelaku terlibat dalam sejumlah aksi kriminal lain, termasuk pencurian kendaraan roda empat di wilayah Pasuruan dan Malang.

“Bukan hanya roda dua, ada roda empat juga. Kami masih melakukan pengembangan karena ada beberapa TKP di Pasuruan dan Malang dengan ciri-ciri pelaku yang sama,” ungkap Jumhur.

Hingga kini, Ditreskrimum Polda Jatim masih terus memburu kemungkinan pelaku lain yang terlibat dalam jaringan tersebut sekaligus mendalami sejumlah lokasi kejadian perkara lain yang diduga berkaitan dengan aksi komplotan begal tersebut.(Ari/Jack)