Iklan VIP

Redaksi
Selasa, 05 Mei 2026, 11:50 WIB
Last Updated 2026-05-05T05:24:09Z
jatimLumajangSPPG

SPPG Sedyo Rahayu Raya Lumajang Jadi Percontohan Nasional, Layani 3.055 Penerima dengan Sistem Terintegrasi




LUMAJANG,Clickindonesiainfo.id – Di tengah upaya pemerintah mempersiapkan fondasi menuju visi Indonesia Emas 2045, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sedyo Rahayu Raya di Kabupaten Lumajang tampil sebagai salah satu model percontohan yang dinilai layak dijadikan standar nasional.

Di bawah kepemimpinan Imam Sapi'i, lembaga ini menunjukkan bahwa pelayanan program berskala besar dapat berjalan efektif, tertib, dan berbasis tata kelola profesional. Dengan kapasitas mencapai 3.055 kuota penerima manfaat, seluruh operasional berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Keberhasilan tersebut didukung oleh kesiapan administrasi yang matang. Seluruh dokumen perizinan telah dipenuhi sesuai regulasi yang berlaku, sehingga menjamin pelaksanaan program berada di atas landasan hukum yang kuat dan berkelanjutan.

Tak hanya dari sisi layanan, SPPG ini juga menempatkan standar tinggi dalam pengelolaan sumber daya manusia. Sebanyak 47 relawan yang terlibat sebagai ujung tombak pelayanan mendapatkan perlindungan melalui kepesertaan BPJS Kesehatan. Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen terhadap kesejahteraan tenaga pelaksana sekaligus menciptakan sistem kerja yang adil dan berkelanjutan.

Pemenuhan gizi yang optimal menjadi aspek krusial dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia. Program yang dijalankan SPPG Sedyo Rahayu Raya dinilai sebagai bagian penting dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, sejalan dengan target pembangunan nasional menuju tahun 2045.

Dengan tata kelola yang rapi, legalitas yang kuat, serta perhatian terhadap kesejahteraan tenaga kerja, SPPG Sedyo Rahayu Raya membuktikan bahwa program pelayanan publik dapat dijalankan secara profesional dan berdampak nyata. Model ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah sebagai bagian dari percepatan pembangunan kualitas manusia Indonesia.
Reporter: Selor