Pasuruan,Clickindonesiainfo.id - Menjelang momentum Hari Raya Iduladha, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Edukasi dan Pendampingan Teknis Pemotongan Hewan Qurban Berbasis Kesehatan Masyarakat Veteriner” di Desa Ranuklindungan. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemilihan dan pemotongan hewan qurban yang sehat, aman, dan sesuai prinsip kesehatan masyarakat veteriner.
Kegiatan dipimpin oleh Ketua Pengusul Dr. Freshinta Jellia Wibisono, drh., M.Vet., dengan melibatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan UWKS sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian masyarakat. Kehadiran mahasiswa turut memberikan warna tersendiri dalam kegiatan edukatif tersebut.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Ranuklindungan, Bapak Yuslimu, yang menyampaikan apresiasi atas kepedulian dunia akademik terhadap kesehatan masyarakat desa, khususnya dalam pelaksanaan ibadah qurban.
“Kegiatan ini sangat positif karena memberikan edukasi langsung kepada masyarakat. Harapannya, warga semakin memahami cara memilih dan menangani hewan qurban dengan baik sehingga kesehatan masyarakat juga tetap terjaga,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi workshop pemotongan hewan qurban yang disampaikan oleh Dr. Iskandar Muda, drh., M.Sc. Materi yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dipotong, teknik penyembelihan yang sesuai standar kesehatan masyarakat veteriner, hingga tata cara penanganan daging qurban agar tetap higienis dan layak konsumsi.
Selain itu, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan UWKS, Damar Akbar, turut menjadi narasumber dengan membawakan materi mengenai pemilihan hewan qurban yang sehat dan sesuai syariat. Dalam pemaparannya, peserta diberikan pengetahuan tentang ciri-ciri hewan qurban yang layak, cara mengenali kondisi kesehatan hewan, serta pentingnya memilih hewan bebas penyakit demi keamanan pangan masyarakat.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Peserta aktif berdiskusi serta mengikuti sesi pendampingan teknis yang dilakukan secara langsung di lapangan. Masyarakat juga mendapatkan pemahaman mengenai sanitasi lokasi pemotongan, penggunaan alat pelindung diri, hingga pengelolaan limbah hasil penyembelihan.
Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat dalam memahami proses qurban yang lebih baik dan aman.
“Selama ini kami hanya mengetahui proses penyembelihan secara umum. Setelah mengikuti kegiatan ini, kami jadi lebih paham tentang pentingnya kesehatan hewan dan kebersihan selama proses qurban,” ungkap salah satu peserta.
Peserta lainnya juga menilai materi yang diberikan mudah dipahami karena disampaikan secara praktis dan langsung melalui contoh di lapangan.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Freshinta Jellia Wibisono, drh., M.Vet., berharap kegiatan edukasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan masyarakat veteriner dalam pelaksanaan ibadah qurban.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa qurban tidak hanya tentang pelaksanaan ibadah, tetapi juga berkaitan dengan keamanan pangan, kesehatan lingkungan, dan pencegahan penyakit zoonosis,” jelasnya.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini didanai oleh Universitas Wijaya Kusuma Surabaya melalui program pendanaan Enimas Tahun 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat.(Jack)



