Iklan VIP

Redaksi
Rabu, 10 Juni 2026, 18:12 WIB
Last Updated 2026-06-10T11:13:10Z

Cegah Bullying Sejak Dini, Polres Pasuruan dan Madrasah se-Kabupaten Pasuruan Deklarasikan Sekolah Ramah Anak



PASURUAN,Clickindonesiainfo.id – Komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan terus diperkuat. Hal itu ditunjukkan melalui kegiatan penyuluhan anti bullying dan pencegahan kekerasan di lingkungan madrasah yang digelar di MA Darut Taqwa Pondok Ngalah, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh jenjang pendidikan di bawah naungan madrasah, mulai dari RA, MI, MTs hingga MA, untuk menyatukan langkah dalam mencegah terjadinya bullying, kekerasan, maupun pelanggaran yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan peserta didik.

Hadir sebagai narasumber utama, KBO Binmas Polres Pasuruan, Iptu Bambang Hariyadi, yang memberikan pembinaan serta edukasi terkait bahaya perundungan dan berbagai bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan. Penyuluhan berlangsung interaktif dengan sesi dialog dan tanya jawab yang melibatkan para kepala madrasah, tenaga pendidik, serta pemangku kepentingan pendidikan.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars madrasah, dilanjutkan doa bersama serta sambutan dari jajaran kepala madrasah Kabupaten Pasuruan. Kegiatan juga dihadiri pengurus IGRA, MI, MTs, KKM, MA, kepala madrasah se-Kabupaten Pasuruan, hingga perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.

Dalam pemaparannya, Iptu Bambang Hariyadi menegaskan bahwa pencegahan kekerasan harus dilakukan secara menyeluruh dan dimulai sejak dini. 

Menurutnya, seluruh pengelola madrasah memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap peserta didik agar tidak terjerumus menjadi pelaku maupun korban kekerasan.

"Pencegahan harus dilakukan bersama. Lingkungan madrasah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita tanpa adanya intimidasi ataupun kekerasan," ujarnya.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh civitas madrasah untuk membangun budaya speak up atau berani melaporkan setiap bentuk tindakan yang mengarah pada perundungan, kekerasan fisik, maupun kekerasan seksual. Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya deteksi dini sehingga permasalahan dapat segera ditangani secara cepat dan tepat.

Tak hanya fokus pada perundungan secara langsung, penyuluhan juga menyoroti penggunaan media sosial yang bijak. Di era digital saat ini, media sosial kerap menjadi sarana munculnya bentuk-bentuk perundungan baru yang dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis korban.

Karena itu, peserta diajak untuk meningkatkan literasi digital dan menggunakan media sosial secara cerdas, santun, serta bertanggung jawab agar ruang digital tetap sehat dan produktif.

Melalui kegiatan ini, seluruh elemen pendidikan di Kabupaten Pasuruan menegaskan komitmennya untuk mewujudkan madrasah yang ramah anak, bebas bullying, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan akhlak mulia.

Sinergi antara kepolisian, lembaga pendidikan, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan generasi yang berkarakter positif, berintegritas, serta menjadi pelopor perubahan di tengah masyarakat.(Jack)