Iklan VIP

Redaksi
Sabtu, 20 Juni 2026, 10:34 WIB
Last Updated 2026-06-20T03:36:50Z
HellboyJatanras Polda JatimJatimKritik

Dihujat Tak Gentar, Hellboy Jatanras Polda Jatim Pilih Berdiri di Garda Terdepan Demi Keamanan Rakyat.

Foto: Hellboy Jatanras Polda Jatim (Sigit)

SURABAYA,Clickindonesiainfo.id – Di tengah derasnya kritik dan sorotan publik terhadap institusi kepolisian, Aipda Sigit Dwi Susanto atau yang akrab disapa "Hellboy" menegaskan bahwa tugas utama aparat penegak hukum adalah memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga.


Sebagai Katim Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Hellboy menilai pengabdian seorang anggota Polri tidak diukur dari pujian atau popularitas, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat melalui terciptanya rasa aman dan ketertiban.


Menurutnya, di balik berbagai pengungkapan kasus kriminal dan upaya menjaga stabilitas keamanan, terdapat anggota kepolisian yang bekerja tanpa mengenal waktu, menghadapi berbagai risiko serta tekanan dalam menjalankan tugas.


"Hujatan silakan lempar ke kami, tapi biarkan rakyat tetap aman di belakang kami," tegas Hellboy, Sabtu (20/6/2026).


Pernyataan tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk komitmen bahwa aparat keamanan harus tetap fokus menjalankan tugas meski berada di tengah kritik maupun penilaian negatif dari sebagian pihak. Ia menekankan bahwa polisi tidak boleh terlena oleh pujian ataupun terpancing oleh hujatan yang berkembang di ruang publik.


Hellboy juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga keamanan dan persatuan bangsa melalui semangat yang ia sebut sebagai "Sabuk Kamtibmas". Gagasan tersebut mendorong kolaborasi antara aparat, pemerintah, tokoh masyarakat, insan media, pelaku usaha, generasi muda, hingga masyarakat umum dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.


Menurutnya, tantangan bangsa saat ini tidak hanya berasal dari tindak kriminal konvensional, tetapi juga ancaman nonfisik seperti penyebaran hoaks, ujaran provokatif, konflik sosial, hingga berbagai upaya yang berpotensi memecah belah persatuan nasional.


Di era digital, Hellboy menilai masyarakat memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial dengan bersikap bijak dalam menerima informasi, tidak mudah terprovokasi, serta terus menjaga kerukunan di lingkungan masing-masing.


Ia juga menegaskan bahwa kritik terhadap institusi kepolisian merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihormati. Namun, kritik yang disampaikan secara konstruktif dan disertai solusi dinilai lebih bermanfaat bagi upaya perbaikan serta penguatan pelayanan kepada masyarakat.


"Polisi dan masyarakat memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan Indonesia yang aman, damai, tertib, dan berkeadilan. Karena itu diperlukan sinergi, saling mengingatkan, dan saling mendukung demi kepentingan bangsa yang lebih besar," ujarnya.


Menutup pernyataannya, Hellboy mengajak seluruh komponen bangsa untuk mengedepankan persatuan dan kepentingan rakyat di atas segala perbedaan. Baginya, pengabdian sejati tidak membutuhkan panggung maupun penghargaan, melainkan diwujudkan melalui kerja nyata yang memberikan rasa aman bagi masyarakat.


"Sejarah tidak akan mencatat berapa banyak pujian yang kita terima, tetapi apa yang telah kita lakukan untuk rakyat, bangsa, dan negara," pungkasnya.(Jack)