TEMBILAHAN - clickindonesiainfo.id - Rasa haru dan cinta kepada ulama membalut suasana Pondok Pesantren Putri Ummul Qur'an Annurani. Ratusan jamaah berkumpul untuk mengenang dua sosok pendidik yang telah mewakafkan hidupnya untuk umat, pada Haul ke-6 Almarhum Tuan Guru KH. M. Nasri Bin H. Hasan dan Almarhumah Nyai Hajjah Rasyimah Binti H. Abdul Mufthi.
Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Pondok Pesantren Putri Ummul Qur'an Annurani, Jalan Prof. M. Yamin, Perigi Raja, Kelurahan Tembilahan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir, pada Sabtu, 18 Juli 2026 bertepatan 3 Safar 1448 H.
Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Indragiri Hilir H. Herman, SE., MT, Ketua MUI Kabupaten Inhil Drs. H. Azhari Syukur, MA, para ulama se-Kabupaten Inhil, tokoh masyarakat seperti H. Rosman Malomo, H. Zaini Awang, Ustadz H. Abdul Muthalib Hasan, Ustadz Abdurrahman Iskandar dan segenap santriwati Ponpes Putri Ummul Qur'an Annurani, serta para jamaah dari berbagai daerah.
Acara diawali dengan pembacaan Surah Yasin dan Tahlil yang dipimpin Ustadz H. Arifin Junaidi. Suasana semakin khusyuk saat lantunan tahil dan ayat suci menggema, mendoakan dua insan mulia yang telah berpulang.
Dalam sambutan mewakili keluarga, Ustadz Drs. Ahmad Hafidz menyampaikan rasa syukur dan terima kasih.
"Kami atas nama keluarga mengucapkan ribuan terima kasih kepada para tuan guru dan seluruh hadirin yang telah meluangkan waktu untuk hadir pada Haul orang tua kami. Kami juga memohon maaf apabila dalam penyambutan dan jamuan terdapat kekurangan yang kurang berkenan," ujarnya.
Jejak Dakwah yang Tak Pernah Padam
Tausiah agama disampaikan oleh Ustadz Zahri Fadli, M.Pd. Beliau mengingatkan bahwa menghadiri haul bukan sekadar tradisi, melainkan wujud cinta kita kepada para ulama dan pengingat akan kematian.
"Yang lebih penting adalah kita mengambil ibrah. Kita belajar dari bagaimana beliau berjuang. Almarhum KH. M. Nasri adalah sosok yang istiqamah. Hidup beliau dihabiskan untuk berdakwah dan membangun lembaga pendidikan demi mencerdaskan umat," tuturnya.
Menurut Ustadz Zahri, perjuangan almarhum dan almarhumah dalam mendirikan beberapa sekolah dan pesantren selama hidupnya adalah bukti nyata cinta kepada Islam.
"Inilah yang harus kita teladani. Membangun generasi bukan hanya dengan kata, tapi dengan karya. Dengan pesantren, beliau telah mewariskan amal jariyah yang pahalanya terus mengalir," tambahnya.
Hal senada juga ditekankan dalam sambutan. Para hadirin diajak untuk meneruskan semangat perjuangan tersebut, menjaga ukhuwah Islamiyah, dan terus mendukung dunia pendidikan Islam di Indragiri Hilir.
Acara ditutup dengan pembacaan doa arwah oleh Ustadz Hamsani dan doa selamat. Do'a tulus mengiringi penutup acara, menjadi bukti bahwa keteladanan Tuan Guru KH. M. Nasri dan Nyai Hajjah Rasyimah akan selalu hidup di hati umat.
Semoga Allah SWT melapangkan kubur beliau, menerima segala amal ibadah, dan menjadikan pesantren yang dibangun sebagai ladang pahala yang terus mengalir. Aamiin.
Selesai acara, Bupati Inhil H. Herman diajak oleh Ustadz H. Ahmad Mahili, Lc., MA dan Pihak keluarga untuk meninjau kondisi bangunan Gedung Ponpes Putri Ummul Qur'an Annurani. (Firman)





