PASURUAN,Clickindonesiainfo.id– Pelarian YA (35), pria yang diduga terlibat dalam pembunuhan Nurani (79), warga Dusun Talang Lor, Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, akhirnya berakhir.
YA ditangkap tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur di wilayah Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan untuk melacak keberadaannya.
Kasus ini bermula dari penemuan jasad Nurani di rumahnya pada 15 Juli 2026. Saat ditemukan, korban dalam kondisi mengenaskan dengan luka serius pada bagian wajah dan mulut.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan, polisi menelusuri lingkungan pergaulan hingga hubungan keluarga pelaku sebelum akhirnya memperoleh informasi mengenai keberadaan YA.
“Dari rangkaian penyelidikan, petugas akhirnya mendapatkan informasi mengenai keberadaan pelaku. YA kemudian diamankan di wilayah Tuntang, Kabupaten Semarang,” ujar Jumhur, Jumat (7/8/2026).
Berpura-pura Jadi Tamu
Dari hasil pemeriksaan sementara, YA ternyata masih memiliki hubungan keluarga dengan korban, meski keduanya merupakan saudara jauh.
Kepada penyidik, YA mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena membutuhkan uang untuk mencari pekerjaan di luar daerah.
“Pelaku mengaku tidak mempunyai uang. Dia membutuhkan biaya untuk mencari pekerjaan di kota lain,” ungkap Jumhur.
Polisi menyebut aksi tersebut telah direncanakan. YA mendatangi rumah korban dengan berpura-pura sebagai tamu.
Saat itu, Nurani diketahui berada seorang diri di rumah. Bahkan, korban sempat menyuguhi pelaku kopi sebelum situasi berubah menjadi aksi kekerasan.
“Ketika situasi dianggap aman, pelaku menyerang korban. Korban dicekik hingga terjatuh, kemudian dibanting sampai meninggal dunia,” jelas Jumhur.
Kalung dan Gelang Emas Dibawa Kabur
Setelah memastikan korban tidak bernyawa, YA kemudian mengambil sejumlah barang berharga milik Nurani berupa kalung dan gelang emas.
Barang tersebut dibawa kabur oleh pelaku dan berdasarkan pengakuannya kemudian dijual dengan nilai sekitar Rp5 juta.
Kasus tersebut mulai terungkap setelah cucu korban mengetahui Nurani telah meninggal dunia. Korban ditemukan tergeletak di lantai kamar dalam kondisi bersimbah darah.
Kecurigaan polisi semakin menguat setelah memperoleh keterangan saksi yang melihat seorang pria datang ke rumah korban sebanyak dua kali menggunakan sepeda motor Honda PCX berwarna putih.
Pria tersebut disebut mengenakan jaket, helm hitam dan masker. Setelah meninggalkan rumah korban, pengendara itu kemudian pergi melalui gang di samping rumah.
Dari rangkaian penyelidikan tersebut, polisi akhirnya mengidentifikasi YA dan melakukan pengejaran hingga ke wilayah Jawa Tengah.
Saat ini penyidik Jatanras Polda Jatim masih mendalami seluruh rangkaian perkara, termasuk memastikan secara menyeluruh peran serta tindakan pelaku dalam kasus tersebut.
Untuk mengungkap secara lebih jelas kronologi aksi hingga kondisi korban saat kejadian, penyidik berencana melakukan rekonstruksi.
“Untuk memperjelas rangkaian kejadian, penyidik dalam waktu dekat akan melakukan rekonstruksi,” pungkas Jumhur.(Jack)



