Iklan VIP

Admin
Minggu, 09 Agustus 2026, 06:14 WIB
Last Updated 2026-08-08T23:14:21Z

Sarapan Baumbai” KBB Inhil, Perkuat Silaturrahmi dan Gali Program Pelestarian Budaya Banjar

 


TEMBILAHAN — Pengurus Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Kabupaten Indragiri Hilir menggelar kegiatan silaturrahmi bersama Ketua Umum KBB Provinsi Riau, Datuk Laksana Nata Warga H. Syamsuddin Uti, serta sejumlah tokoh Banjar di Kabupaten Indragiri Hilir.


Mengusung tema “Sarapan Baumbai”, kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026, di Sekretariat KBB Inhil, Jalan Sungai Beringin, Parit 16, Tembilahan.


Suasana kekeluargaan dan keakraban begitu terasa dalam pertemuan tersebut. Selain menjadi ajang mempererat tali silaturrahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para tutuha Banjar untuk memberikan masukan terkait arah dan program KBB Inhil ke depan.


Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum KBB Riau Datuk Laksana Nata Warga H. Syamsuddin Uti, sejumlah tokoh Banjar Inhil di antaranya H. Zaini Awang, H. Tantawi Jauhari, Ir. H. Amd Junaidi AN, M.Si., H. Feery Irawan, HM. Arifin, H. Hendra, H. Indra Dhawan, H. Mhd. Ramadhani, Ketua Ikatan Wanita Banjar Riau (IWABBRI) Hj. Laila Syamsuddin, serta sejumlah pengurus KBB Inhil lainnya.


Dalam pertemuan tersebut, para tokoh Banjar menyampaikan berbagai gagasan dan masukan agar KBB tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu mengambil peran lebih besar dalam menjaga, merawat, dan melestarikan adat serta budaya Banjar di Kabupaten Indragiri Hilir.


Salah satu tokoh Banjar Inhil, Ir. H. Amd Junaidi AN, M.Si., berharap KBB dapat menjadi organisasi yang mampu merekatkan seluruh masyarakat Banjar sekaligus menghadirkan berbagai kegiatan yang menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dan identitas Banjar.


> “Kita berharap organisasi ini bisa menjadi tempat untuk saling merekatkan warga Banjar yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir. Untuk itu perlu adanya kegiatan-kegiatan budaya yang sifatnya bisa memunculkan kecintaan atau rasa memiliki sebagai suku Banjar,” ujarnya.


Menurutnya, keberadaan KBB harus mampu menjadi wadah bersama untuk memperkuat persaudaraan sekaligus menjaga warisan budaya Banjar agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda.


Sementara itu, Ketua KBB Inhil Julak Aqil menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para tokoh Banjar yang telah memberikan berbagai masukan serta pemikiran untuk kemajuan organisasi.


Ia berharap seluruh gagasan yang disampaikan dalam kegiatan “Sarapan Baumbai” dapat menjadi bahan evaluasi dan pijakan bagi KBB Inhil dalam menyusun program-program ke depan.


“Kami mengucapkan terima kasih atas seluruh masukan dan saran yang telah diberikan para tutuha Banjar. Mudah-mudahan keberadaan KBB ini benar-benar bisa menjadi wadah untuk menyatukan seluruh warga Banjar yang ada di Indragiri Hilir,” kata Julak Aqil.


Ia menambahkan, semangat kebersamaan menjadi modal penting bagi KBB untuk terus bergerak dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Melalui kegiatan “Sarapan Baumbai”, KBB Inhil ingin membangun semangat baumbai, basaraba, dan badingsanakan—bersama-sama menjaga persaudaraan, memperkuat silaturahmi, serta merawat adat dan budaya Banjar di Negeri Seribu Parit.


Kegiatan tersebut pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda silaturrahmi semata, tetapi menjadi awal lahirnya berbagai program nyata dalam pelestarian budaya Banjar dan penguatan persatuan warga Banjar di Kabupaten Indragiri Hilir.