Iklan VIP

Redaksi
Kamis, 06 Agustus 2026, 18:10 WIB
Last Updated 2026-08-06T11:11:20Z

Soroti Menu MBG di Pasuruan, Tomas Pantura H Abd Qodir Minta Perketat Pengawasan




Pasuruan, Clickindonesiainfo.id- Tokoh Masyarakat Pantura (Tomas) di Pasuruan, tengah menyoroti menu program Makan Bergisi Gratis (MBG) di kota Pasuruan, yang dirasa masih jauh dari standart yang telah ditetapkan.

Hal itu dikatakan Ketua Tomas Pantura H. Abdul Qodir, saat jumpa pers bersama sejumlah awak media, bahwa sajian menu MGB di sejumlah lembaga pendidikan di kota Pasuruan, belum sepenuhnya memenuhi standart gizi.

"Penyajian menu MBG di Pasuruan kota masih banyak yang belum memenuhi standart gizi," kata H. Abdul Qodir, Kamis (6/7).

Ia menjelaskan bahwa penyajian pada kemasan menu MBG harus sesuai dengan standart yang telah ditentukan agar tidak berdampak buruk bagi penerima manfaat khususnya anak - anak.

"Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus menjalankan operasional sesuai standar yang telah ditetapkan, mulai dari keamanan pangan, mutu gizi serta kebersihan, hingga tata kelola layanan harus diperhatikan," jelasnya.

Menurut H. Qodir, fungsi pengawasan di dapur SPPG harus diperketat, tanpa melihat pemilik dapur, "Siapapun pemilik dapur SPPG, pengawasan harus lebih ditingkat," ungkapnya.

Ia juga menyebut pada umumnya pemilik dapur SPPG khususnya di Pasuruan Kabupaten dan Kota, sebagian besar milik orang - orang yang berpengaruh.

"Yang memiliki dapur MBG rata-rata orang yang berpengaruh, dan Ini harus kita perhatikan untuk bersama - sama mengawasi hal ini, agar program MBG di kota Pasuruan berjalan sesuai ketentuan," tuturnya.

Sementara pendamping dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga harus melakukan pengecekan ke SPPG hingga ke sekolah penerima manfaat, hal ini untuk memastikan agar pemenuhan gizi terpenuhi setiap hari.

Menurutnya, kualitas layanan, keamanan pangan, serta mutu gizi tidak bisa ditawar karena berkaitan langsung dengan kesehatan penerima manfaat sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG.

Selain memastikan pemenuhan gizi, SPPG juga harus menyesuaikan varian menu makanan sesuai keinginan anak - anak, "kalau di wilayah pantura/ pesisir jangan dikasih menu ikan laut, coba diganti ayam dan telor," tandasnya.

Supaya anak-anak, lanjut H. Qodir, "maupun ibu-ibu hamil yang memang mengkonsumsi MBG itu kemudian menjadi tidak bosan," pungkasnya.(Tim)