Iklan VIP

Redaksi
Selasa, 22 September 2026, 17:31 WIB
Last Updated 2026-09-22T10:34:10Z

PPKn Unram Ajak Siswa MTs Hidayatussibyan Kritis Menyaring Pesan Film Animasi di Era Digital



LOMBOK TENGAH,Clickindonesiainfo.id — Di tengah masifnya konsumsi konten digital di kalangan anak-anak, kemampuan menyaring dan memahami pesan dalam sebuah tayangan menjadi bagian penting dari pendidikan karakter. Hal inilah yang menjadi perhatian Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), FKIP Universitas Mataram (Unram).


Melalui kegiatan bertajuk “Sosialisasi Ancaman Film Animasi terhadap Disintegrasi Bangsa”, tim pengabdian mengajak siswa MTs Hidayatussibyan NW Sengkerang, Kabupaten Lombok Tengah, untuk lebih kritis dalam menyikapi berbagai tayangan film animasi yang mereka konsumsi di era digital.


Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (22/8/2026) tersebut diikuti puluhan siswa dengan antusias. Para siswa tidak hanya mendapatkan materi mengenai literasi media, tetapi juga diajak menganalisis secara langsung pesan, karakter, simbol, serta nilai yang terdapat dalam sejumlah tayangan animasi.


Ketua tim pengabdian, Bagdawansyah Alqadri, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh semakin tingginya intensitas anak-anak dalam mengakses berbagai konten digital, baik melalui televisi, YouTube maupun platform media sosial berbasis video.


Menurutnya, tingginya konsumsi tayangan digital perlu diimbangi dengan kemampuan literasi media agar anak-anak tidak menerima begitu saja setiap pesan yang disampaikan melalui sebuah tayangan.


“Tidak semua film animasi yang ditonton anak-anak bersifat edukatif. Ada yang menampilkan individualisme berlebihan, kekerasan simbolik, dan nilai budaya yang tidak selaras dengan Pancasila. Kalau diterima begitu saja, lama-kelamaan hal ini bisa melemahkan rasa persatuan dan kebersamaan,” jelas Bagdawansyah.

 

Siswa Diajak Membongkar Pesan di Balik Film Animasi


Kegiatan dikemas secara edukatif dan partisipatif. Tim pengabdian tidak hanya memberikan pemaparan secara teoritis, tetapi juga memutar sejumlah cuplikan film animasi untuk kemudian dibedah bersama para siswa.


Dalam sesi tersebut, siswa diajak mengidentifikasi pesan, simbol, karakter, hingga nilai-nilai yang muncul dalam tayangan. Selanjutnya, mereka diarahkan untuk menghubungkan berbagai pesan tersebut dengan nilai-nilai Pancasila, kebinekaan, persatuan, serta kehidupan sosial sehari-hari.


Diskusi berlangsung interaktif. Para siswa diberi ruang untuk menyampaikan pendapat dan pandangan mereka terhadap tayangan yang telah disaksikan.


Keterlibatan dua mahasiswa PPKn, Isma Nova Liana dan Dzian Jul Makkiah, turut membantu menciptakan suasana diskusi yang lebih aktif. Keduanya mendampingi siswa agar berani mengemukakan pendapat sekaligus memahami pentingnya kemampuan literasi media.


Guru Juga Diberikan Pendampingan


Tidak hanya menyasar siswa, tim pengabdian juga memberikan bahan sosialisasi mengenai literasi media dan wawasan kebangsaan serta pendampingan singkat kepada para guru.


Pendampingan tersebut diharapkan dapat membuat edukasi mengenai literasi media terus berlanjut meski kegiatan pengabdian telah selesai. Pihak madrasah diharapkan dapat mengembangkan pembelajaran serupa sesuai dengan kebutuhan peserta didik.


“Kami berharap madrasah semakin kuat perannya sebagai benteng pendidikan karakter dan kebangsaan di era digital,” ujar Bagdawansyah.


Menurut tim pengabdian, kemampuan menyaring informasi dan berbagai tayangan digital merupakan bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda. Siswa diharapkan tidak sekadar menjadi konsumen konten, tetapi mampu memahami, menganalisis, dan menyikapi pesan yang diterimanya secara kritis.


Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama antara tim pengabdi, guru, dan siswa MTs Hidayatussibyan NW Sengkerang.


Tim pengabdian yang diketuai Bagdawansyah Alqadri, S.Pd., M.Pd., tersebut beranggotakan Dr. L. Sumardi, M.Pd., Muh. Zubair, M.Pd., Edy Kurniawansyah, S.Pd., M.Pd., Lianda Dewi Sartika, S.Pd., M.Pd., dan Nurlatifa, S.Pd., M.Pd.


Program pengabdian tersebut didanai melalui PNBP Universitas Mataram dalam skema Karya Dosen yang Dimanfaatkan Masyarakat.


Hasil kegiatan selanjutnya akan dipublikasikan dalam bentuk artikel ilmiah pada jurnal nasional. Sementara itu, pihak mitra juga akan menerbitkan surat pernyataan pemanfaatan hasil pengabdian sebagai bagian dari upaya keberlanjutan program.


Melalui kegiatan tersebut, Tim PPKn FKIP Unram berharap literasi media semakin kuat di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, generasi muda diharapkan mampu menghadapi perkembangan teknologi dan beragam konten digital secara kritis, bijak, serta tetap menjadikan nilai-nilai Pancasila dan persatuan bangsa sebagai pijakan.(Rsm)