Iklan VIP

Admin
Rabu, 14 Oktober 2026, 13:48 WIB
Last Updated 2026-10-14T06:48:34Z

Catatan Perjalanan Abah SU Nakhoda KBB Riau yang menyatukan Bubuhan Banjar se-Riau


Catatan Jurnalis : HadiGud(GusduR) 


Perhelatan Muswil KBB Riau ke-3 Tahun 2026 akan digelar tanggal 16 - 17 Oktober 2026 di Gedung BPMP Riau Pekanbaru, menarik untuk disimak perjalanan KBB Riau di Bumi Lancang Kuning Organisasi yang besar dikalangan arus bawah menandakan bahwa kaum egaliter tak berkuasa di KBB. 


Jejak langkah KBB Riau di Bumi Lancang Kuning diawali dari Pembubaran Dewan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Banjar Riau (DPP - IKABRI) Provinsi Riau melalui Musyawarah Wilayah Kerukunan Bubuhan Banjar (Muswil KBB) Riau ke-1 Tahun 2015 tanggal 18 April 2015 di Hotel D'Lira Pekanbaru, Pembubaran IKABRI Menindaklanjuti amanat Kongres Budaya Banjar III Tahun 2013 di Banjarmasin yang mengamanatkan satu nama organisasi untuk perkumpulan Banjar, sebelum nya Ikatan Keluarga Banjar Riau (IKABRI) dideklarasikan oleh beberapa Orang-orang Banjar dari berbagai latar belakang profesi pada tanggal 18 April 2013 yang sebelum nya pernah menjadi Pengurus Kerukunan Keluarga Banjar (KKB) Kabupaten Indragiri Hilir dan Kerukunan Keluarga Kalimantan (K3) Pekanbaru yang bersepakat melebur menjadi Ikatan Keluarga Banjar Riau (IKABRI) yang dipimpin oleh Indrawansyah Syarkowi sebagai Ketua Umum yang dilantik langsung oleh Alm. H. M. Rudy Ariffin Ketua Umum PB KBB yang juga Gubernur Kalimantan Selatan di Gedung LAMR Riau, perjalanan Kepengurusan IKABRI mengalami berbagai Dinamika bahkan terjadi penolakan dari kalangan Elite Banjar yang menjabat di Pemerintahan, Para Intelektual Kampus yang menganggap IKABRI ini tidak mewakili Bubuhan Banjar dan kapasitas Ketua Umum nya diragukan karena strata sosial nya bukan berlatar belakang pejabat hanya dari kalangan pekerja biasa dan pengurus dari IKABRI rata-rata orang awam bukan dari kalangan elite Banjar yang punya jabatan tinggi dan jejaring, akan tetapi meskipun dipimpin dengan kesederhanaan dan orang-orang biasa bukan orang penting IKABRI mampu membuktikan eksistensi nya setiap Hari-hari Besar Keagamaan diperingati, wirid bulanan terus bergulir dan mampu membentuk Pengurus Daerah di 6 (enam) Kabupaten/ Kota di Provinsi Riau.


Meskipun mampu membuktikan eksistensi nya penolakan kaum elite Banjar terhadap IKABRI tak pernah surut setiap ada momentum kaum elite Banjar ini terus berupaya membubarkan IKABRI dan keinginan tersebut terwujud karena menghormati Keputusan Kongres Budaya Banjar III Tahun 2013 Pengurus DPP IKABRI Provinsi Riau Tahun 2015 sepakat membubarkan diri melalui Musyawarah Wilayah Kerukunan Bubuhan Banjar (Muswil KBB) Riau ke-1 Tahun 2015 meskipun PB KBB Waktu itu tidak mewajibkan Organisasi Banjar berganti Kepengurusan cukup berganti nama organisasi menjadi KBB yang ditetapkan melalui SK PB KBB tapi demi menghormati keinginan para elite Bubuhan Banjar di Pekanbaru yang terdiri dari para Pejabat, Pengusaha dan para Akademisi Ketua Umum DPP IKABRI Provinsi Riau Indrawansyah Syarkowi sepakat tidak mencalonkan sebagai Ketua Umum PW KBB Riau Masa Bakti 2015-2020 agar memberikan ruang yang seluas-luas nya Calon Ketua Umum dari kalangan Elite Banjar Riau yang punya jabatan dan jejaring untuk memimpin KBB Riau lima tahun kedepan, namun tidak ada dari kalangan Elite Banjar yang mencalonkan diri dan hasil Muswil KBB Riau ke-1 Tahun 2015 menghantarkan AKBP Drs. Dedy Fardika Anang, MN sebagai Ketua Umum PW KBB Riau Masa Bakti 2015 - 2020 dan dilantik oleh Ketua Umum PB KBB Alm. H  M. Rudy Ariffin di Gedung Daerah Balai Serindit Provinsi Riau.


Pada masa Kepemimpinan Dedy Fardika Anang banyak dinamika organisasi yang terjadi bahkan Kepemimpinan PW KBB Riau sempat diambil alih sementara oleh Ketua Harian yang bukan Pengurus tapi atas musyawarah yang diinisiasi kaum elite Banjar akhirnya akhirnya memutuskan orang dari luar kepengurusan menjadi Ketua Harian yang secara jelas melanggar AD/ART Organisasi tapi tak ada yang mampu menyanggah karena itu saran dari kaum Elite yang selama ini sangat dihormati kedudukan nya ditengah-tengah Masyarakat Banjar.


Dalam kepemimpinan Ketua Harian KBB Riau mengalami stagnan pembentukan PD KBB Kabupaten/ Kota tak berjalan, Pengurus yang tercantum didalam SK tak dilibatkan dan Ketua Harian membawa gerbong baru yang bukan Pengurus, Ketua Umum yang sah tidak pernah dilibatkan dan organisasi digiring untuk mendukung Paslon tertentu pada Pilgubri 2018, dan akhirnya kendali Organisasi berhasil diambil alih ketika ada upaya pemberhentian Ketua Umum yang sah oleh Ketua Harian tanpa proses Muswil, Kepengurusan PW KBB Riau Masa Bakti 2015-2020 atas arahan Ketua Umum Dedy Fardika Anang mengkonsolidasikan Kepengurusan, Ketua Harian beserta pendukungnya diundang untuk melakukan Rekonsiliasi tak merespon akhirnya Kepengurusan diaktifkan kembali Program Organisasi kembali berjalan Kabupaten/ Kota yang selama KBB dipimpin Ketua Harian jalan ditempat ketika diambil alih kembali oleh Ketua Umum PW KBB Riau Dedy Fardika Anang berhasil membentuk di 6 (Enam) Kabupaten/ Kota se-Provinsi Riau, Kepanitiaan Muswil KBB Riau ke-2 Tahun 2020 terbentuk dan dilaksanakan tanggal 19 Agustus 2020 di Hotel Pangeran Pekanbaru dihadiri dan dibuka oleh Wakil Gubernur Riau H. Edy Natar Nasution juga dihadiri Sekjen PB KBB Alm. Syarifuddin. 


Menjelang pelaksanaan Muswil KBB Riau ke-2 Tahun 2020 Dinamika yang terjadi tak ubah nya seperti Muswil KBB Riau ke-1 Tahun 2015, para Elite Bubuhan Banjar kembali berkumpul untuk  mengintervensi pelaksanaan Muswil KBB Riau ke-2 Tahun 2020, namun sampai Muswil terlaksana mereka tak bisa mengintervensi jalan nya Muswil dan Muswil KBB Riau ke-2 Tahun 2020 berjalan dengan kondusif, tertib dan lancar meskipun dalam kondisi terbatas akibat Covid-19 Muswil diikuti utusan 6 PD KBB Kabupaten/ Kota se-Provinsi Riau dan menghantarkan H. Syamsuddin Uti sebagai Ketua Umum PW KBB Riau Masa Bakti 2020-2025 sebelum nya H. Syamsuddin Uti Ketua Umum PW KBB Kepulauan Riau dan ditunjuk oleh PB KBB sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum PW KBB Riau karena Masa Bakti Dedy Fardika Anang berakhir sebelum Muswil dilaksanakan.


H. Syamsuddin Uti meminang pendiri dan mantan Ketua Umum DPP IKABRI Provinsi Riau Indrawansyah Syarkowi sebagai Sekretaris Umum meskipun awal nya sempat menolak karena tak ingin mengganggu stabilitas PW KBB Riau dan meminimalisir penolakan dari kelompok elite bubuhan Banjar yang sejak pendirian IKABRI tidak menginginkan keberadaan Indrawansyah di Paguyuban Banjar, namun H. Syamsuddin Uti tetap memaksakan Sekretaris Umum dimasa kepemimpinan nya adalah Indrawansyah, dan kepada kelompok elite bubuhan banjar Ketua Umum PW KBB Riau Masa Bakti 2020-2021 H. Syamsuddin Uti memberikan ruang seluas-luas nya kepada semua kalangan untuk bergabung, bahkan H. Syamsuddin Uti yang saat itu juga menjabat Wakil Bupati Indragiri Hilir yang berkedudukan di Tembilahan sampai berulang-ulang ke Pekanbaru untuk mengadakan pertemuan dengan kaum elite bubuhan banjar yang menyebut dirinya Tutuha Nang Batuah namun permintaan para elite ini tak bisa diakomodir sama H. Syamsuddin Uti karena permintaan nya tidak substantif dan cenderung tendensius yaitu harus membuang Sekjen yang dipilih H. Syamsuddin Uti dari Kepengurusan baru lah kelompok yang menamakan dirinya Tutuha Nang Batuah ini mau bergabung. 


Setelah setahun diberikan kesempatan untuk bernegosiasi namun tetap kaum elite yang menamakan diri nya Tutuha Nang Batuah tak ingin bergabung kalau Sekjen yang dipilih tidak diganti ditambah lagi mereka sudah membentuk Organisasi sendiri akhirnya H. Syamsuddin Uti mengambil sikap kalau memang tidak mau bergabung tidak ada masalah PW KBB Riau Masa Bakti 2020-2025 harus mulai menjalankan Program nya, dan awal tahun 2022 PW KBB Riau mulai melakukan konsolidasi mengawali kegiatan nya dengan melantik dan mengukuhkan PD KBB Kota Dumai, lalu berlanjut PD KBB Pelalawan, PD KBB Kepulauan Meranti, PD KBB Kuantan Singingi, PD KBB Bengkalis, PD KBB Rokan Hilir, PD KBB Siak dan Pelantikan Serentak PW KBB Riau Masa Bakti 2020-2025, PW IWABBRI, PW HIPPMABARI, PD KBB Kota Pekanbaru, PD KBB Rokan Hulu serta PD KBB Kampar yang dihadiri Ketua Umum PP KBB Sa'Dunia Paman Birin di Gedung Menara Bank Riaukepri yang dihadiri ribuan Masyarakat Banjar dari Kabupaten/ Kota se-Provinsi Riau, dilanjutkan Pelantikan PD KBB Indragiri Hilir yang disaksikan langsung Ketua Umum PP KBB Sa'Dunia H. Sahbirin Noor akrab disapa Paman Birin dan Januari 2024 tuntas 12 PD KBB Kabupaten/ Kota se-Provinsi Riau dengan dilantik nya PD KBB Kabupaten Indragiri Hulu sebagai bukti nyata keberhasilan H. Syamsuddin Uti menyatukan Bubuhan Banjar di 12 Kabupaten/ Kota se-Provinsi Riau, keberhasilan ini murni capaian Pengurus Wilayah KBB Riau tanpa ada campur tangan atau support dari kelompok yang menamai diri nya Tutuha Nang Batuah justru ketiadaan mereka berkecimpung di KBB semakin meringankan langkah PW KBB Riau untuk menyatukan dan mengkonsolidasikan PD KBB Kabupaten/ Kota se-Provinsi Riau. 


Hari ini bubuhan banjar riau bangkit dan bangga dengan jati dirinya, bubuhan banjar telah memiliki rumah besar yang bernama Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) dan baru H. Syamsuddin Uti yang mampu membuktikan Bubuhan Banjar juga bisa bersatu bukti nya PD KBB di 12 Kabupaten/ Kota se-Provinsi Riau bisa terlantik dan keberadaan nya didaerah diakui dan diterima oleh Bupati/ Walikota setempat. 


PW KBB Provinsi Riau sudah selesai dengan diri nya sendiri dan Muswil KBB Riau ke-3 Tahun 2025 tertunda pelaksanaan nya bukan karena ketidaksiapan Pengurus tapi lebih tepat karena adanya gangguan non teknis yang bersumber dari para elite yang setiap periodik Muswil selalu muncul untuk melakukan manuver dan capaian keberhasilan KBB dalam membesarkan organisasi di Bumi Lancang Kuning ini tak mampu menyadarkan segelintir orang yang masih merasa dirinya penting dan menentukan nasib KBB kedepan padahal KBB bisa sebesar ini tak ada kontribusi mereka. 


Pada akhirnya PP KBB Sa'Dunia menunjuk Pelaksana Tugas untuk mengisi kekosongan kepengurusan PW KBB Riau sampai terlaksana nya Muswil KBB Riau ke-3 Tahun 2026 dan pada tanggal 16 - 17 Oktober 2026 ini PW KBB Provinsi Riau akan menggelar Muswil KBB Riau ke-3 Tahun 2026 di Gedung BPMP Pekanbaru yang tahun ini akan diikuti utusan 12 PD KBB Kabupaten/ Kota se-Provinsi Riau dan 2 Badan Otonom PW IWABBRI dan PW HIPPMABARI kepesertaan Muswil Tahun 2026 ini menandai bahwa KBB telah selesai dengan dirinya tanpa kaum elite KBB Riau mampu mencapai puncak kejayaan nya sekaligus membuktikan kalau semangat gotong royong dikedepankan tak ada yang tak mungkin untuk diraih, kepada kaum elite banjar sudahilah lagi mengurusi hal KBB Riau karena para elite pun sudah punya label sendiri dan sangat jelas tegak dan berdirinya dimana, silahkan berijtihad dengan keyakinan di lembaga masing-masing mari berlomba-lomba untuk kebaikan tanpa harus mencampuri urusan lembaga lain yang sudah terbukti berjaya dalam mengurus organisasinya, selamat atas Pelaksanaan Muswil KBB Riau ke-3 Tahun 2026 Bergerak ! Banjar Menjemput Dunia...