Iklan VIP

Redaksi
Kamis, 21 Mei 2026, 14:45 WIB
Last Updated 2026-05-21T07:46:45Z

Demo di Depan BAPPENDA, Aliansi Poros Tengah Desak Audit Khusus Dugaan Kebocoran PAD Kabupaten Pasuruan



PASURUAN,Clickindonesiainfo.id — Aksi demonstrasi digelar Aliansi Poros Tengah Pasuruan Raya di depan Kantor BAPPENDA Kabupaten Pasuruan, Kamis (21/5/2026). Massa aksi mendesak dilakukannya audit khusus terhadap dugaan praktik mafia pajak dan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) tenaga listrik hingga dana TJSL/CSR perusahaan.

Dalam aksinya, massa meminta audit dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan tim gabungan dari DPRD, Inspektorat, hingga BPK RI Perwakilan Jawa Timur. Menurut mereka, langkah tersebut penting agar hasil pemeriksaan dapat dibandingkan dengan kondisi riil di lapangan dan membuka dugaan potensi kebocoran PAD yang selama ini dinilai tidak transparan.

Koordinator aksi, Saiful Arif, dalam orasinya menuntut pencopotan pejabat yang diduga terlibat dalam kebocoran PAD sektor PBJT. Ia juga meminta Kepala BAPPENDA Kabupaten Pasuruan dicopot karena dianggap gagal menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pendapatan daerah.

Selain itu, koordinator aksi lainnya, Yudi Buleng, menyoroti minimnya keterbukaan publik terkait data pendapatan dan pengelolaan PAD oleh BAPPENDA.

Menurutnya, selama ini informasi mengenai pajak daerah terkesan tertutup sehingga rawan terjadi penyalahgunaan.
Aksi demonstrasi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat dari Polres Pasuruan Kota. Hingga aksi berakhir, belum ada pernyataan resmi dari pihak BAPPENDA terkait tuntutan massa.

Namun sebelum massa membubarkan diri, Plt Kepala BAPPENDA Kabupaten Pasuruan sempat menemui para demonstran dan memberikan penjelasan singkat. Ia menyampaikan permohonan maaf karena sebelumnya tidak dapat menghadiri audiensi lantaran masih menjalani proses pemulihan pascakecelakaan.

“Maaf, saya sebelumnya tidak bisa menemui pada audiensi terdahulu karena masih proses penyembuhan dari kecelakaan,” ujarnya di hadapan massa aksi.

Sementara itu, Yudi Buleng menegaskan pembubaran massa sebelum adanya pertemuan lanjutan dengan pihak BAPPENDA merupakan bentuk protes terhadap sikap lembaga tersebut yang dinilai arogan dan tidak kooperatif saat audiensi sebelumnya.

“Selanjutnya demo jilid dua akan kita lakukan di depan kantor Bupati Pasuruan di Raci,” tegas Yudi.(Fajar)